26.000 tiket pertandingan Persib menghadapi Persija terjual habis

Perkotaan Bandung – Sebanyak 26.000 tiket pertandingan Persib Bandung berperang melawan Persija Ibukota sudah pernah terjual habis menjauhi laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 yang mana dilakukan ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Pusat Kota Bandung, pada Hari Minggu (11/1).

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhi Pratama menyampaikan apresiasi berhadapan dengan antusiasme serta dukungan Bobotoh yang digunakan terus mengalir untuk tim.

"Kami mengucapkan terima kasih menghadapi antusiasme kemudian kepercayaan Bobotoh yang mana selalu luar biasa,” kata Adhi pada penjelasan yang tersebut diterima di Bandung, Selasa.

Adhi mengatakan dukungan yang disebutkan berubah menjadi energi tambahan bagi para pemain, sekaligus tanggung jawab bagi pelaksana untuk meyakinkan pertandingan berjalan aman, nyaman, juga tertib.

Ia juga mengimbau Bobotoh untuk tidak ada membeli tiket dari pihak tiada resmi juga tidaklah datang ke Stadion GBLA tanpa tiket yang tersebut sah.

“Persib bukan bertanggung jawab menghadapi segala bentuk pembelian tiket ke luar kanal resmi,” katanya.

Selain itu, Adhi mengemukakan pihaknya juga membuka transaksi jual beli tiket Corporate Box yang menawarkan pengalaman mengawasi dengan prasarana khusus dengan nilai Rp3,5 jt per tiket.

“Tiket yang disebutkan tersedia untuk kapasitas 15 lalu 25 orang, baik secara individual maupun kolektif, dengan pemesanan melalui layanan pelanggan resmi Persib,” katanya.

Ia mengemukakan bagi Bobotoh yang mana belum memperoleh tiket, Persib meminta untuk permanen memberikan dukungan melalui kegiatan Nobar Biru yang dimaksud diselenggarakan secara resmi dalam CGV Paris Van Java, Bandung.

“Persib berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga kondusivitas pertandingan agar berlangsung aman, nyaman, serta penuh kebanggaan, baik pada stadion maupun pada titik dukungan resmi lainnya,” katanya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top