Amorim ingatkan MU punya tanggung jawab menangkan Kompetisi Europa

Kami kalah pada pertandingan dalam Kejuaraan Primer, tetapi kami berjuang untuk Kejuaraan Europa

Jakarta – Pelatih Manchester United (MU) Ruben Amorim sudah pernah menyampaikan peringatan para pemainnya bahwa dia miliki "tanggung jawab besar" untuk menyelamatkan musim yang suram di tempat Kompetisi Inggris dengan meraih kemenangan Kejuaraan Europa.

"Jadi, kami harus menerima semua pukulan pada pada waktu ini. Kami kalah di pertandingan di area Turnamen Primer, tetapi kami berjuang untuk Turnamen Europa, jadi kami harus menerimanya dan juga memikirkan pertandingan Kamis yang mana merupakan pertandingan terpenting bagi kami," kata Amorim, disitir dari laman resmi klub, Senin.

United sudah pernah melakukan "pemanasan" untuk leg kedua semifinal Turnamen Europa melawan Athletic Bilbao di area Old Trafford pada sedang pekan ini, ketika merek menderita kekalahan 3-4 dari Brentford pada hari Minggu.

Amorim menghasilkan delapan inovasi di tempat pertandingan itu di upaya untuk menjaga pemain bintangnya tetap saja segar pada pertandingan leg kedua melawan Bilbao, yang mana ketika ini mereka itu unggul agregat 3-0.

"Kami, sebagai klub, perlu memahami ketika ini bahwa kami memiliki tanggung jawab besar (untuk mengungguli Turnamen Europa). Kami harus mempersiapkan skuad untuk berbagai kompetisi," kata Amorim.

"Rotasi itu bagus untuk para pemain. Semua orang bermain, kami mempersiapkan lebih lanjut dari satu pertandingan, tetapi itu sulit," tambah dia.

Adapun, kekalahan itu menciptakan MU terpuruk pada kedudukan ke-15 dengan 39 poin kemudian terancam mengakhiri di tempat tempat akhir terburuk di dalam liga sejak mereka itu terdegradasi pada tahun 1973/1974.

Hasil itu juga menciptakan rekor tanpa kemenangan MU di dalam liga berlanjut menjadi enam pertandingan, sekaligus menjadi 12 kekalahan Amorim di 24 pertandingan liga dengan The Reds Devils.

"Tentu semata kami ingin kompetitif, kami berjuang keras selama 90 menit ini. Kami harus memikirkan pertandingan berikutnya lalu kemudian Kompetisi Primer," ucap instruktur selama Portugal itu.

"Itu sangat sulit, tetapi kami melakukan yang terbaik yang digunakan kami bisa jadi untuk mencoba mengurus situasi juga mencoba mengambil risiko di beberapa pertandingan," lanjut dia.

Scroll to Top