Ibukota – Minat anak perempuan terhadap sepak bola di area tingkat sekolah dasar terus menunjukkan peningkatan signifikan serta hal itu tercermin dari lonjakan total kontestan MilkLife Soccer Challenge seri Bandung 2025.
Pada edisi tahun ini, partisipan mencapai 1.711 siswi dari 71 Sekolah Dasar (SD) serta Madrasah Ibtidaiyah (MI), atau meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun lalu dengan disertai 536 siswi dari 22 sekolah.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann mengungkapkan peningkatan jumlah total partisipan ini menandakan sepak bola putri mulai mendapat tempat di area hati generasi muda, khususnya pada jenjang institusi belajar dasar.
“Ini bukanlah hanya saja tentang juara, tetapi bagaimana anak-anak menikmati permainan. Kalau merek senang bermain bola, merek akan rajin berlatih, juga dari situ akan muncul potensi,” kata Timo di keterangan ditulis yang tersebut diterima pada Jakarta, Senin.
Timo menambahkan, peningkatan signifikan ini tidaklah lepas dari dukungan sekolah juga orang tua yang semakin terbuka terhadap pengembangan sepak bola putri sejak usia dini.
Menurut dia, ekosistem yang tersebut sehat harus dimulai dari menciptakan ruang bermain serta berkompetisi yang digunakan menyenangkan bagi anak-anak.
Untuk menyokong proses regenerasi, tahun ini pelaksana juga menyelenggarakan Festival SenengSoccer bagi kategori usia 8 tahun (KU-8), sebagai jenjang awal sebelum memasuki kategori kompetitif KU-10 kemudian KU-12.
Wali Perkotaan Bandung Muhammad Farhan yang dimaksud turut hadir menyaksikan laga final menyampaikan apresiasinya terhadap acara ini. Ia mengumumkan pertandingan ini memberi harapan terhadap lahirnya pesepak bola putri masa depan Indonesia.
“Kalau dia terus bermain juga belajar, maka di 10 sampai 15 tahun ke depan mereka bisa saja menjadi andalan regu nasional,” kata Farhan.
Dalam pertandingan final MilkLife Soccer Challenge seri Bandung 2025 yang dimaksud berlangsung di dalam Bandung, Akhir Pekan (1/5), KU-12, SDN 073 Pajagalan B tampil sebagai juara usai mengalahkan SDN 203 Kacapiring melalui adu penalti.
Sementara di area KU-10, SDN 075 Jatayu mempertahankan penghargaan setelahnya menang 2-0 melawan SDN 035 Soka.
MilkLife Soccer Challenge merupakan pertandingan sepak bola usia dini khusus siswi SD serta MI yang dimaksud digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation juga MilkLife.
Turnamen ini dijadwalkan dijalankan 18 kali di area delapan kota sepanjang tahun 2025, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Tangerang, Kudus, Yogyakarta, Solo, juga Semarang.
