Matthias Jaissle Tinggalkan Al Ahli, Terungkap Detail Negosiasi yang Picu Kontroversi

Jeddah – Keputusan pelatih asal Jerman Matthias Jaissle meninggalkan Al Ahli Saudi terus menjadi perbincangan hangat. Laporan terbaru mengungkap sejumlah detail di balik perpisahan tersebut, termasuk dugaan komunikasi dengan klub-klub rival dan tuntutan kontrak yang disebut sulit dipenuhi oleh manajemen Al Ahli.

Jaissle memilih mengakhiri masa baktinya di Al Ahli meski kontraknya masih menyisakan satu musim. Ia kini dikabarkan akan melanjutkan kariernya bersama Newcastle United, dengan klub Premier League tersebut disebut siap membayar kompensasi sekitar 11 juta euro kepada Al Ahli.

Dikabarkan Sempat Tawarkan Diri ke Al Hilal dan Al Nassr

Menurut laporan Al Arabiya FM, sebelum kepindahannya ke Inggris, Jaissle disebut sempat menawarkan jasanya kepada dua klub besar Liga Pro Saudi, yakni Al Hilal dan Al Nassr, untuk menjadi pelatih mereka pada musim mendatang.

Selain itu, media tersebut juga mengklaim bahwa pelatih berusia 38 tahun itu pernah menjalin komunikasi dengan AC Milan terkait peluang melanjutkan karier di Serie A.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Jaissle maupun klub-klub yang disebut dalam laporan tersebut mengenai klaim tersebut.

Al Ahli Disebut Berusaha Mempertahankan Sang Pelatih

Laporan yang sama menyebut manajemen Al Ahli sebenarnya telah berupaya keras mempertahankan Jaissle. Klub dikabarkan menunjukkan fleksibilitas dalam proses negosiasi kontrak baru demi meyakinkan pelatih asal Jerman tersebut untuk tetap bertahan.

Namun, pembicaraan akhirnya menemui jalan buntu karena adanya sejumlah permintaan yang dinilai sulit dipenuhi.

Klausul Kontrak Jadi Sorotan

Salah satu poin yang paling banyak menjadi perhatian adalah klaim mengenai klausul dalam kontrak baru yang diajukan Jaissle.

Menurut laporan tersebut, Jaissle meminta adanya klausul yang membuat Al Ahli tidak dapat memecatnya dalam kondisi apa pun, terlepas dari hasil yang diraih tim selama kompetisi berlangsung.

Bahkan, apabila klub tetap memutuskan mengakhiri kerja sama, Al Ahli disebut harus membayar kompensasi yang nilainya mencapai sekitar 170 juta riyal Saudi.

Hingga kini, informasi mengenai klausul tersebut masih sebatas laporan media dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Jaissle maupun Al Ahli.