DKI Jakarta – Tottenham Hotspur dilaporkan sudah mencapai kesepakatan untuk merekrut Mohammed Kudus dari West Ham United dengan nilai transaksi sekitar 55 jt pound (sekitar Rp1,4 triliun), demikian disitir dari The Athletic.
Pemeriksaan medis dijadwalkan berlangsung pada Kamis sebelum Kudus melakukan penandatanganan kontrak berdurasi enam tahun dengan klub jika London Utara tersebut.
Sejumlah media Inggris sebelumnya pernah melaporkan bahwa Tottenham sebelumnya mengajukan tawaran sebesar 50 jt pound untuk pemain berusia 24 tahun itu, namun ditolak akibat negosiasi masih berlanjut.
Penyerang sayap timnas Ghana yang dimaksud memang benar memprioritaskan kepindahan ke Spurs jikalau hengkang dari West Ham, kemudian kesepakatan mengenai kontrak pribadi diyakini tidaklah akan menjadi kendala.
Kudus ketika ini masih terikat kontrak dengan West Ham hingga 2028 dan juga memiliki klausul pelepasan yang digunakan cuma berpartisipasi selama 10 hari pertama bulan Juli. Klausul itu bernilai 80 jt pound untuk klub luar Inggris, 85 jt pound untuk klub Kejuaraan Inggris, juga 120 jt pound untuk klub dari Arab Saudi.
Pada musim lalu, Kudus mencetak lima gol serta empat assist pada 35 penampilannya pada Kejuaraan Inggris untuk West Ham. Catatan yang disebutkan berkurang jika dibandingkan musim debutnya pada Inggris, pada waktu ia mencetak delapan gol kemudian sembilan assist pasca didatangkan dari Ajax dengan nilai 41,5 jt euro pada musim panas 2023.
Tottenham memang benar mencoba menambah opsi lini serang mereka. Sebelumnya merekan sudah mengamankan kepindahan permanen Mathys Tel, yang mana musim lalu dipinjam dari Bayern Munich.
Tel saat ini resmi menjadi pemain Spurs dengan kontrak enam tahun pasca ditebus dengan nilai hingga 45 jt euro.
Spurs juga dikabarkan tertarik pada Bryan Mbeumo, yang sebelumnya pernah bekerja serupa dengan pembimbing Thomas Frank dalam Brentford.
Namun, Mbeumo tambahan memilih bergabung dengan Manchester United, yang dimaksud pada masa kini berada dalam berupaya menuntaskan kesepakatan setelahnya dua tawaran sebelumnya ditolak.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.
