Verstappen akui tak ada pembaharuan signifikan yang mana dijalankan untuk RB21

Ibukota Indonesia – Pembalap Red Bull Max Verstappen mengakui tak ada pembaharuan yang signifikan yang mana dilaksanakan untuk memperbaiki performa mobilnya Red Bull RB21.

Pembalap jika Belanda yang dimaksud menyatakan terdapat permasalahan keseimbangan yang dimaksud terus terjadi selama GP Hungaria.

Verstappen harus puas menjalani kualifikasi yang dimaksud sangat sulit pasca cuma finis di area urutan kedelapan kemudian tertinggal + 0,356 detik dari peserta balap Ferrari Charles Leclerc yang digunakan mengklaim pole position pada sesi yang tersebut berlangsung di area Sirkuit Hungaroring, Hari Sabtu waktu malam WIB.

"Kami tampaknya bukan menemukan solusinya. Kami mencoba berbagai sebagai kelompok juga sayangnya tidak ada ada yang benar-benar membantu keseimbangan kami," kata Verstappen dikutipkan dari Formula 1, Minggu.

Pembalap jawara dunia empat kali yang disebutkan mengungkapkan bahwa sangat sulit menjelaskan situasi dari mobilnya pada waktu ini.

Terlebih dari performa yang digunakan ditunjukkan pada sesi latihan bebas hingga kualifikasi yang tak memberikan persaingan menghadapi kompetitor-kompetitor lainnya.

"Sulit untuk menjelaskan bagaimana kita secara tiba-tiba akhir pekan ini mempunyai berbagai kesulitan dengan mobil. Hanya tak ada pegangan di dalam depan, pada belakang, sulit untuk menyeimbangkannya," ujar Verstappen.

"Ini menjadi misteri pada waktu ini. Sepanjang akhir pekan ini, kami setiap saat tertinggal," imbuhnya.

Pada musim ini, Verstappen memang sebenarnya mengalami cukup kesulitan dengan RB21 yang tersebut menghadapi permasalahan mengenai keseimbangan.

Bahkan Verstappen di tiga seri terakhir gagal mengamankan podium, menjadi catatan terburuknya sejak musim 2019.

Dengan menjalani balapan dari urutan kedelapan, menghasilkan Verstappen pada masa kini juga akan sangat kesulitan untuk dapat memutus rentetan hasil buruk pada empat seri balapan akhir ini sebelum jeda pertengahan musim.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di area situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top