Setelah All Indonesian kita segera TC, ini jadi pemanasan yang dimaksud bagus
Jakarta – Turnamen khusus pemain lokal IBL All Indonesian 2025 menjadi turnamen persiapan sekaligus pencarian bakat pemain potensial untuk event SEA Games 2025 pada Desember mendatang.
"Ini jadi event menarik buat pemain lokal, juga menjadi pemanasan buat pemain muda. Karena kita masih ada SEA Games dalam Desember. Mudah-mudahan pasca ini kita dapat talent-talent baru menuju SEA Games," kata Sekretaris Jendral Perbasi Nirmala Dewi di dalam Jakarta, Rabu.
Nirmala berharap regu pencarian bakat Timnas Bola Basket Indonesia bisa jadi mendapatkan pemain yang tepat untuk kompetisi SEA Games.
"Setelah All Indonesian kita segera TC, ini jadi pemanasan yang mana bagus. Mudah-mudahan nanti dapat hasil yang maksimal, kita dapat pemain yang tersebut tepat," lanjut Nirmala.
Sekjen Perbasi menjelaskan bahwa regulasi kompetisi cabang olahraga bola basket pada SEA Games Thailand 2025 tak lagi memperbolehkan pemain naturalisasi sebagaimana yang dimaksud diterapkan pada SEA Games Kamboja 2023.
Seluruh pemain Timnas Basket Indonesia yang dimaksud berlaga di dalam SEA Games Thailand akan diisi dengan pemain lokal. Oleh oleh sebab itu itu, kompetisi IBL All Indonesian akan menentukan nama-nama pemain yang dimaksud dipanggil mengikuti kamp pelatihan.
IBL All Indonesian 2025 kali ini akan diselenggarakan dalam Surakarta Jawa Tengah, tepatnya di dalam Indoor Stadium Manahan Solo, yang mana akan dimulai pada 16 Agustus mendatang.
Dari 13 kontestan yang mengikuti IBL All Indonesian, terbagi menjadi dua dalam Grup A serta Grup B. Setiap regu akan saling berlaga melawan kelompok lain pada grup yang tersebut identik untuk berkompetisi merebut peringkat satu lalu dua.
Juara kemudian runner up masing-masing grup berhak melaju ke putaran semifinal. Juara grup A akan bertemu dengan runner up grup B, serta berlaku sebaliknya.
Babak semifinal dilaksanakan dengan format sistem gugur pada satu laga. Sementara partai final dilangsungkan dengan format best of three.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
