Manajer timnas 3×3: Delapan pemain dipilih ketika seleknas

Mereka akan diseleksi dalam pusat pengembangan timnas 3×3 Indonesia di area Cibubur, Jawa Barat, selama 2 hari yakni 12 sampai dengan 14 Agustus

Jakarta – Manajer pasukan nasional (timnas) 3×3 Indonesia John Nawawi menyatakan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) melalui Badan Tim Nasional (BTN) akan memilih delapan dari 24 pemain yang mana dipanggil pada seleksi nasional.

Dia menjelaskan, delapan pemain itu akan diproyeksikan untuk menjadi skuad timnas putra, setidaknya sampai keikutsertaan Indonesia di dalam SEA Games Thailand 2025, pada Desember.

"Mereka akan diseleksi dalam pusat pengembangan timnas 3×3 Indonesia pada Cibubur, Jawa Barat, selama 2 hari yakni 12 sampai dengan 14 Agustus," kata John ketika dihubungi dalam Jakarta, Senin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, delapan pemain itu akan dibagi menjadi dua kelompok atau masing-masing berisi empat orang.

Dua pasukan itu diproyeksikan untuk bergantian mengikuti beberapa turnamen internasional yang digunakan dibuat oleh Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), guna mewakili Indonesia sebelum berangkat ke Thailand.

Sedangkan untuk SEA Games, nantinya yang dikirim cuma satu tim.

"Jadi nanti pas pada 3×3 center, pasca terpilih mereka akan mengikuti latihan intensif, lantaran fasilitasnya sudah ada lengkap, ada mess, tempat latihan standar internasional," ujar dia.

Para pemain masih akan dilatih oleh Fandi Andika Ramadhani, yang bertindak sebagai instruktur kepala untuk timnas 3×3 putra maupun putri.

John menambahkan, untuk pada waktu ini pemain yang menjadi prioritas untuk dipanggil adalah kombinasi pebasket muda serta senior, yang mana berkarier pada Indonesian Basketball League (IBL), pada antaranya Sandy Ibrahim, Surliyadin, Oki Wira Sanjaya, juga Oka Ananta Yogiswara.

Selain pemain IBL, tambah dia, tiga nama dari regu universitas juga dipanggil, yakni Grady Cahyadi (Universitas Katolik Parahyangan), Halmaherano Lolaru (Binus University), dan juga Jonathan Patrick (Universitas Surabaya).

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top