Pemain Amerika Serikat di Eropa Jadi Sorotan: Pepi Dituntut Bangkit, Musah Berjuang Merebut Kepercayaan Amorim
Eropa – Musim baru sepak bola Eropa mulai berjalan, dan sejumlah pemain Amerika Serikat kembali menjadi pusat perhatian. Bagi para pemain USMNT, periode ini menjadi kesempatan penting untuk membuktikan diri sekaligus membangun fondasi baru setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.
Dua nama yang paling menarik perhatian akhir pekan ini adalah Ricardo Pepi bersama PSV Eindhoven dan Yunus Musah di AC Milan. Keduanya memiliki misi berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan performa kuat untuk mengamankan posisi mereka di klub maupun tim nasional.
Pepi Dituntut Jadi Penyelamat PSV
PSV mengawali musim dengan hasil yang kurang ideal setelah hanya bermain imbang melawan Fortuna Sittard. Hasil tersebut memang belum menjadi bencana bagi juara Eredivisie musim lalu, tetapi tekanan untuk segera bangkit mulai muncul.
Pada laga sebelumnya, penyerang Amerika itu sebenarnya mendapatkan banyak kesempatan. Ia mencatat delapan sentuhan di kotak penalti lawan dan melepaskan empat tembakan, tetapi tidak berhasil mengubah peluang tersebut menjadi gol.
Kini, Pepi mendapat kesempatan memperbaiki penampilannya ketika PSV menghadapi Excelsior.
Masa Depan Sergiño Dest Juga Jadi Perhatian
Selain Pepi, situasi Sergiño Dest di PSV juga menarik untuk diperhatikan.
Dest absen pada pertandingan pembuka karena skorsing, tetapi berpeluang kembali tampil menghadapi Excelsior. Bek kanan tersebut sebelumnya dikaitkan dengan Bayern Munich dan Bayer Leverkusen, meski hingga kini belum ada transfer yang terwujud.
Karena itu, performa Dest dalam beberapa pertandingan berikutnya bisa menjadi sangat penting, baik untuk masa depannya di Eindhoven maupun peluang kembali ke salah satu liga top Eropa.
Yunus Musah Dapat Kesempatan Kedua
Sementara itu, Yunus Musah memasuki musim baru dengan misi menghidupkan kembali kariernya di AC Milan.
Musim lalu menjadi periode sulit bagi Musah. Saat dipinjamkan ke Atalanta, ia hanya tampil 20 kali di Serie A dan lima di antaranya sebagai starter. Ia hanya mencetak satu gol tanpa assist, hingga Atalanta akhirnya tidak mengaktifkan opsi pembelian.
Kini Musah kembali ke Milan dan mendapatkan kesempatan baru di bawah pelatih Ruben Amorim.
Pemain berusia 23 tahun itu tampil cukup reguler selama pramusim.
Hal tersebut memberikan sinyal positif bahwa Musah masih masuk dalam rencana Milan musim ini.
Ujian Besar Melawan Manchester United
Kesempatan berikutnya datang saat AC Milan menghadapi Manchester United.
Pertandingan tersebut menjadi ujian menarik bagi Musah sekaligus Amorim, yang sebelumnya meninggalkan Manchester United setelah periode yang penuh tekanan.
Musah tentu ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan bahwa dirinya pantas mendapatkan peran lebih besar di Milan.
Jika mampu mempertahankan performa positif selama pramusim, Musah berpeluang mengubah statusnya dari pemain yang sempat terpinggirkan menjadi bagian penting dari proyek baru Amorim.
Gianluca Busio Juga Mulai Bangkit
Gelandang berusia 24 tahun itu menjalani musim 2025/26 dengan sangat baik bersama Venezia. Ia mencatatkan tujuh gol dan empat assist dalam 37 pertandingan liga, sekaligus membantu Venezia menjuarai Serie B dan kembali ke kasta tertinggi Italia.
Dengan kembalinya Venezia ke Serie A, Busio kini memiliki panggung yang lebih besar untuk membuktikan kualitasnya. Performa konsisten di kasta tertinggi Italia juga dapat membuka kembali peluangnya untuk masuk ke dalam skuad USMNT asuhan Mauricio Pochettino.
