Ibukota Indonesia – Crystal Palace mengeluarkan pernyataan keras menyusul kegagalan banding merek berhadapan dengan putusan UEFA kemudian Pangadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang menurunkan status merekan dari Kejuaraan Europa ke Kompetisi Conference.
Dalam pernyataan yang digunakan dirilis di dalam situs klub itu, Palace mengecam keras proses pengambilan kebijakan untuk menurunkan mereka itu.
“Putusan dari UEFA serta CAS menunjukkan bahwa prestasi olahraga menjadi tidak ada berarti. Tampaknya klub, organisasi, serta individu tertentu miliki hak istimewa juga kekuatan yang unik," kata Palace pada Selasa.
Klub London ini menyatakan “prestasi olahraga menjadi tak berarti” gara-gara putusan tersebut.
Palace lolos ke Kejuaraan Europa setelahnya menjuarai Piala FA musim lalu. Namun, UEFA menurunkan klub ini oleh sebab itu melanggar aturan kepemilikan multiklub.
Palace mengajukan banding ke CAS, tetapi pada Hari Senin pekan ini, CAS memutuskan membantu putusan UEFA.
Klub itu juga menyatakan pengaruh yang semakin besar juga tidaklah sehat ini telah terjadi “menghancurkan harapan juga impian pendukung Crystal Palace” dan juga berdampak buruk bagi klub-klub ambisius dalam Eropa yang beruusaha maju.
Klub Turnamen Inggris itu menilai aturan lalu sanksi sudah pernah diterapkan secara tiada merata dengan cara yang mana sangat mencolok.
Palace menyatakan akan terus mencari nasihat hukum untuk menentukan langkah selanjutnya, tapi menyatakan bersiap menghadapi kompetisi Kejuaraan Conference.
Kasus ini menambah sorotan terhadap isu kepemilikan multiklub serta penerapan aturan yang dimaksud konsisten dalam Eropa.
Palace berharap tindakan hukum merekan mengupayakan diskusi lebih tinggi pada mengenai keadilan di kompetisi sepak bola.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.
