Ibukota – Chelsea dikabarkan sudah mencapai kesepakatan personal dengan gelandang serang RB Leipzig, Xavi Simons juga bersiap mengajukan tawaran resmi untuk klub Jerman yang disebutkan di waktu dekat.
Langkah ini diadakan pasca pemain timnas Belanda yang disebutkan menolak tawaran Bayern Muenchen demi bergabung dengan Chelsea.
Menurut laporan Goal pada Rabu, Chelsea berhasil meyakinkan Simons agar bergabung dengan mereka sehingga mengalahkan persaingan dari raksasa-raksasa Eropa lain, termasuk Bayern.
Pemain berusia 22 tahun ini sudah pernah menyampaikan keinginannya terhadap Leipzig bahwa ia cuma ingin pindah ke Stamford Bridge.
Kesepakatan personal dengan Simons disebut sudah ada rampung, lalu Chelsea tinggal bernegosiasi dengan Leipzig mengenai biaya transfer.
Berdasarkan ESPN, Leipzig sekarang mematok tarif sekitar 80 jt euro (Rp1,51 triliun) untuk Simons.
Musim lalu, Simons tampil mengesankan dalam Bundesliga dengan mencetak 10 gol juga tujuh assist di 25 pertandingan.
Performa cemerlang itu membuatnya menjadi incaran sebagian klub top Eropa, termasuk Manchester City.
Bayern meninjau Simons sebagai pengganti ideal untuk Kingsley Coman, yang mana baru semata pindah ke klub Arab Saudi, Al-Nassr.
Manchester City sendiri mempertimbangkan Simons sebagai opsi lini serangnya, khususnya bila Savinho hengkang ke Tottenham.
Namun, Simons dengan tegas menyatakan lebih banyak memilih Chelsea, sehingga memberikan keuntungan besar bagi The Blues.
Di bawah asuhan instruktur Enzo Maresca, Chelsea bergerak merombak skuad untuk menghadapi musim baru, termasuk Kompetisi Champions.
Simons, dengan fleksibilitasnya bermain dalam berbagai kedudukan serang, dianggap tambahan ideal untuk sistem taktis Maresca.
Chelsea juga dikaitkan dengan Alejandro Garnacho dari Manchester United, meskipun negosiasi untuk Simons disebut tiada bergantung pada pemindahan lain.
Chelsea saat ini bersiap mengajukan tawaran pembuka sekitar 60 jt euro (Rp1,13 triliun), meskipun Leipzig kemungkinan bersikeras memohon nilai lebih tinggi tinggi.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
