Depok – Penyerang Persija, Gustavo Almeida, tak menganggap para pemain depan lain dalam kelompok berjuluk Macan Kemayoran itu sebagai saingan, lalu justru akan memberikan penampilan juga kerja serupa terbaik apabila diberikan kesempatan bermain.
Gustavo belum pernah membela Persija sejak musim baru BRI Super League dimulai. Ia masih melakukan pemulihan dari cedera, lalu walaupun sudah ada dapat kembali berlatih, mantan pemain Arema FC itu masih menjalani latihan terpisah.
“Itu normal untuk saya (ada persaingan di dalam lini depan), saya akan bekerja seperti biasa, untuk membantu teman-teman saya di tempat di lapangan seperti biasa,” kata Gustavo ketika ditemui usai menjalani latihan dalam Persija Training Ground, Depok, Kamis.
Tanpa diperkenalkan Gustavo, Persija masih produktif di dalam lini depan. Setelah memainkan empat pertandingan awal, Persija mengukir 11 gol lalu hanya sekali kemasukan dua gol. Penyerang baru Persija selama Brasil, Maxwell, menjadi idaman baru penggemar Persija, khususnya dengan empat gol dari empat laga yang mana telah dilakukan dimainkannya.
Saat ini Persija masih belum berlaga lantaran Super League diliburkan, dengan menyesuaikan FIFA Match Day. Persija baru akan bermain melawan Bali United pada 14 September.
Saat ditanyai apakah ia optimistis dapat kembali merumput ketika melawan Bali, Gustavo menyerahkan semua langkah untuk pelatih.
“Kami rutin bekerja keras, pasti saya tunggu dari regu instruktur bagaimana, kalau saya telah 100 persen, kalau coach Mauricio memutuskan bahwa saya membantu dalam lapangan, saya akan siap,” tutur pemain 29 tahun itu.
Dengan diperkenalkan para pemain asing selama Brasil, Gustavo pun semakin ingin dapat memberikan sumbangan bagi Persija. Ia mengidamkan dapat bermain dengan kompatriotnya dalam lini depan sesegera mungkin.
“Di internal, kami berbicara bersatu di area antara para pemain depan, saya maunya bertiga (Maxwell, Alano Sousa, kemudian Bruno Tubarao) itu main, saya sejenis mereka, jadi dapat sukses sepenuhnya pada liga ini,” ujar Gustavo.
Meski mengawali musim dengan mulus, Gustavo mengingatkan bahwa ia serta rekan-rekan setimnya harus terus memelihara rasa lapar dan juga urgensi agar dapat meraih prestasi pada akhir musim.
“Jadi sejujurnya liga ini kuat sekali, jadi kalau di tempat internal kami fokus, setiap pertandingan menjadi final, siapapun lawannya. Jadi menurut kami, kami adalah regu yang kuat juga ingin menjadi juara,” pungkasnya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
