Almeida nilai PSBS Biak berpotensi sulitkan Semen Padang

Mereka akan main away juga dia butuh kemenangan. Tentu merek akan main tanpa beban serta kompetitif

Jakarta – Pelatih Semen Padang Eduardo Almeida menilai PSBS Biak berpotensi menyulitkan timnya ketika kedua regu bertemu pada pekan kelima BRI Super League 2025/2026 pada Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kamis sore.

Dikutip dari laman resmi I.League, Kamis, Almeida mengungkapkan PSBS Biak yang sekarang berada dalam papan bawah tentu berupaya untuk mencuri poin dari kandang Semen Padang.

"PSBS pada waktu ini ada di dalam sikap bawah klasemen sementara. Tapi nanti merek akan main away dan juga merek butuh kemenangan. Tentu mereka itu akan main tanpa beban dan juga kompetitif. Terlebih dia empat laga belum mencatatkan kemenangan. Jadi kita harus punya kemauan tambahan dari mereka," ungkap Almeida.

Pelatih berkebangsaan Portugal yang dimaksud menyatakan jikalau mereka itu telah siap melakoni pertandingan kontra PSBS Biak setelahnya sebelumnya menjalani masa jeda internasional.

Semen Padang sudah ada 20 hari sejak terakhir melakoni pertandingan dikarenakan laga pekan keempat Super League 2025/2026 kontra Persita Tangerang harus ditunda.

Almeida menegaskan jikalau Semen Padang membidik tiga poin pada pertandingan yang dimaksud untuk mengangkat tempat merekan dalam klasemen sementara pasca saat ini berada dalam sikap 11 dengan empat poin dari tiga laga.

"Tentu belaka lebih lanjut baik kalau ada pertandingan. Namun terpenting pada waktu ini kita sudah ada fokus penuh juga menurut saya, pemain latihan dengan sangat bagus selama sepekan ini. Kita akan memberikan yang mana terbaik," ujar Almeida.

"Satu lagi pertandingan home, tentu sekadar kita target tiga poin. Hal ini yang dimaksud kita bidik untuk laga besok lawan PSBS Biak. Namun ini masih sekadar akan tidaklah mudah oleh sebab itu semua pasukan di tempat kompetisi ini bagus dan juga kompetitif," tutup dia.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top