Laga pembuka NBA pecahkan rekor tayangan dan juga dominasi media sosial

DKI Jakarta – Laga pembuka NBA 2025-2026, yakni pertandingan Oklahoma City Thunder versus Houston Rockets, mencatatkan sejarah sebagai tip-off paling banyak ditonton sepanjang masa, yakni 600 jt lebih besar tayangan dalam seluruh sistem media sosial liga kemudian pihak ketiga.

Berdasarkan laman NBA yang digunakan dikutipkan pada Jakarta, Kamis, selain pertandingan kedua klub tersebut, laga lain antara Golden State Warriors serta Los Angeles Lakers, satu di antaranya ke pada jumlah keseluruhan total tayangan tersebut, yang digunakan turut disiarkan di dalam NBC kemudian Peacock, sehingga memulai lonjakan besar interaksi masyarakat pada media sosial, khususnya di media X (Twitter).

Sepanjang di malam hari pembukaan, tagar #NBAonNBC, roundball rock, kemudian kata kunci "NBA" menjadi trending topic selama tujuh jam berturut-turut, menandai antusiasme luar biasa dari penggemar.

NBA bahkan mendominasi lini masa dengan 9 dari 10 topik teratas lalu 19 dari 20 topik terpopuler pada beraneka waktu sepanjang malam.

Liga basket paling bergengsi ke bola itu juga mencatatkan 57 topik berbeda yang mana masuk di 30 besar tren antara pukul 18.30 hingga 01.30 waktu setempat.

Sejumlah pemain serta regu berubah menjadi sorotan utama, ke antaranya Chet Holmgren dari Thunder, Alperen Sengun yang dimaksud membela Rockets, juga Los Angeles Lakers, yang mana tiap-tiap menempati sikap trending nomor satu secara global dalam berubah-ubah momen pertandingan tersebut.

Kembalinya NBA ke jaringan NBC untuk pertama kalinya pasca lebih tinggi dari dua dekade turut meningkatkan perhatian publik.

Dalam statistik NBA, kata-kata ikonik "roundball rock" yang dimaksud dulu identik dengan era klasik siaran NBA ke NBC kembali menggema, sehingga menambah daya tarik nostalgia bagi penggemar lama liga.

Lewat pencapaian rekor tersebut, di malam hari pembuka musim 2025-2026 tidaklah cuma menandai kembalinya NBA ke layar NBC, tetapi juga menunjukkan kekuatan global liga di dalam ranah digital lalu media sosial.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top