Watzke Nyaris Tinggalkan Dortmund: “Urus Saja Omong Kosong Kalian Sendiri

Borussia Dortmund nyaris kehilangan sosok penting dalam struktur klub setelah Hans-Joachim Watzke mengaku sempat berpikir untuk mundur dari pencalonannya sebagai presiden. Konflik internal yang terjadi pada 2025 bahkan membuat Watzke merasa sangat terpukul setelah lebih dari dua dekade mengabdi untuk BVB.

Tahun Terberat Watzke di Dortmund

Watzke mengungkapkan bahwa 2025 menjadi periode paling berat dalam 20 tahun perjalanannya bersama Dortmund.

“Dengan bagaimana semuanya berjalan, termasuk satu atau dua intrik yang juga diarahkan kepada saya, itu adalah tahun yang berat bagi saya, jadi yang paling berat dalam 20 tahun.”

Watzke juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bertindak seperti seorang diktator. Pernyataan tersebut muncul setelah terjadi perebutan kekuasaan di tubuh Dortmund menjelang pergantian struktur kepemimpinan klub.

Sempat Ingin Angkat Tangan

Situasi semakin panas ketika Reinhold Lunow, yang sebelumnya dianggap sebagai sosok transisi, secara mengejutkan ikut mencalonkan diri sebagai presiden. Padahal, menurut laporan tersebut, sebelumnya sudah ada kesepakatan mengenai proses pergantian kepemimpinan.

Persaingan tersebut akhirnya memunculkan konflik internal yang cukup sengit. Lunow kemudian memilih mundur dari pencalonan.

Namun, konflik itu sudah telanjur membuat Watzke kecewa. Bahkan sesaat sebelum pemilihan pada rapat anggota 25 November 2025, ia mengaku sempat berpikir untuk meninggalkan semuanya.

“Sebenarnya, semua dalam diri saya bergejolak untuk mengatakan: Urus saja omong kosong kalian sendiri!”

Tanggung Jawab Mengalahkan Kemarahan

Pada akhirnya, Watzke memilih tetap maju. Saat berjalan menuju podium, kemarahannya perlahan tergantikan oleh rasa tanggung jawab terhadap klub yang telah menjadi bagian besar dalam hidupnya.

“Tingkat kemarahan itu kemudian, meter demi meter, digantikan oleh tingkat tanggung jawab.”