DKI Jakarta – Manajer Manchester City, Pep Guardiola memberikan dukungan penuh untuk Xabi Alonso yang dimaksud sedang mendapat tekanan berat sebagai ahli Real Madrid.
Menurut Guardiola, bila dirinya mengalami rentetan hasil buruk sejenis seperti yang dimaksud dialami Madrid musim ini saat masih melatih ke Spanyol, beliau pasti sudah ada dipecat sejak musim lalu.
“Saya bersimpati dikarenakan kami pernah bersatu selama dua tahun juga itu pengalaman luar biasa bersamanya,” ujar Guardiola yang tersebut dilansir laman resmi klub pada Rabu.
Manchester City akan menghadapi Real Madrid pada lanjutan matchday ke-6 Kejuaraan Champions 2025/26 pada Santiago Bernabeu pada Kamis (11/12) pukul 03.00 dini hari WIB.
Guardiola, yang mana pernah melatih Barcelona, mengungkapkan betapa beratnya berubah menjadi pembimbing di dua klub raksasa Spanyol itu.
"Barcelona kemudian Madrid adalah klub paling sulit untuk dilatih, tekanannya sangat besar. Kalau saya mengalami musim setelah itu seperti yang dialami Madrid sekarang, saya pasti sudah ada dipecat. Sulit, tetapi beliau (Alonso) tahu itu lantaran pernah bermain di dalam sana," lanjut Guardiola.
Guardiola menyatakan bahwa dirinya yakin dengan kemampuan Alonso di merancang timnya dalam Real Madrid.
"Saya tahu betapa sulitnya mendirikan sesuatu. Tentu sekadar ia mampu melakukan apa yang tersebut dibutuhkan dalam tempat itu. Saya semata-mata mendoakan yang digunakan terbaik untuknya. Saya sangat menyayanginya,” tambahnya.
Guardiola sendiri pernah melatih Alonso selama 18 bulan di dalam Bayern Muenchen serta menyarankan mantan anak asuhnya itu untuk permanen bertahan pada prinsip-prinsipnya walaupun sedang pada masa sulit.
Sejak bergabung dari Bayer Leverkusen pada musim panas lalu, Alonso memang benar menghadapi tantangan besar untuk melatih Real Madrid yang digunakan diisi penggawa bintang seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, serta Jude Bellingham.
Madrid ketika ini mencatatkan rentetan hasil negatif, dengan belaka dua kemenangan dari tujuh pertandingan di dalam semua kompetisi.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.
