Ibu Kota Rusia – Kanada memutuskan untuk meringankan sanksi keuangan terhadap Suriah selama enam bulan kemudian mengalokasikan 84 jt dolar Negeri Paman Sam (sekitar Rp1,4 triliun) bantuan kemanusiaan untuk negara tersebut, demikian ungkap pemerintah Kanada pada Kamis.
"Kanada menyediakan 84 jt dolar di pendanaan baru untuk bantuan kemanusiaan ke Suriah. Kanada juga mengambil langkah -langkah untuk meringankan sanksi yang ada selama enam bulan," kata pemerintah di sebuah pernyataan.
Selama enam bulan ke depan, setiap orang atau entitas Kanada, termasuk mereka yang mana berada di dalam luar negeri, dapat terlibat di operasi moneter juga layanan keuangan terkait " untuk memperkuat demokratisasi, stabilisasi serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke kemudian di area di Suriah," kata pernyataan itu.
Selain itu, orang Kanada diizinkan melakukan proses yang dimaksud melalui tujuh bank milik negara Suriah lalu afiliasi nya yang tersebut pada waktu ini berada di area bawah sanksi Kanada.
Pemerintah Kanada juga mengumumkan penunjukan anggota parlemen Omar Alghabra sebagai utusan khusus baru untuk Suriah untuk memberi nasihat untuk Pertama Menteri dan juga Menteri Luar Negeri Melanie Joly tentang "upaya Kanada membantu rakyat Suriah di memenuhi permintaan mendesak merekan kemudian transisi ke masa depan yang digunakan inklusif serta damai."
Oposisi bersenjata Suriah merebut kembali Damaskus pada 8 Desember 2024, yang dimaksud kemudian dihadiri oleh dengan mundurnya Bashar Assad sebagai presiden serta meninggalkan negara itu.
Pada Januari, Ahmed Sharaa, pemimpin pemerintahan Suriah yang mana baru, dinyatakan sebagai presiden transisi.
Sumber: Sputnik-OANA
