Ibukota Indonesia – Manajer timnas putri Negara Indonesia Akira Higashiyama memaparkan timnya tak menyerah mengejar target lolos ke Piala Global Wanita yang mana terdekat diselenggarakan pada Brasil pada 2027.
Hal ini dikatakan Akira setelahnya kelompok asuhannya dikalahkan Thailand pada perebutan medali perunggu sepak bola putri SEA Games 2025 Thailand dengan skor 0-2 pada Stadion Chonburi, Rabu.
Untuk menuju Piala Bumi Wanita 2027, Akira mengutarakan langkah ke pesta sepak bola wanita di bola masih sangat panjang, namun beliau cukup optimistis apabila mengawasi performa timnya di dalam SEA Games 2025 yang mana menunjukkan progres.
"Target kami setiap saat Piala Dunia. Tetapi jalan menuju Piala Global masih sangat panjang. Karena itu kami harus melangkah setahap demi setahap untuk terus meningkat, lalu kami harus lebih tinggi fokus pada pengembangan para pemain,” kata Akira, disitir dari laman resmi Kita Garuda, Kamis.
Dalam kesempatan yang digunakan sama, Akira juga menyampaikan apresiasi menghadapi kerja keras para pemainnya di dalam SEA Games 2025 meskipun masih gagal mengakibatkan pulang medali. Apalagi, mayoritas pemain yang dimaksud dibawanya adalah pemain lokal, yang mana tak merasakan kompetisi nasional.
Permainan Indonesia menunjukkan progres saat dikalahkan Thailand 0-2 dikarenakan sebelumnya, pada reuni pertama dalam Grup A menelan kekalahan 0-8.
“Pada akhirnya kami harus menyembunyikan pertandingan tanpa medali, lalu itu adalah tanggung jawab saya. Namun hari ini para pemain sudah ada memberikan 100 persen kemampuan merek di lapangan,” ujar dia.
Dengan kekalahan timnas putri, maka cabang olahraga sepak bola pulang tanpa medali pada SEA Games 2025, setelahnya sebelumnya dari grup putra tersingkir tambahan dini.
Tim sepak bola putra Indonesi yang digunakan dilatih Indra Sjafri tak meraih medali akibat gagal lolos ke semifinal. Negara Indonesia hanya sekali menempati tempat kedua dari tiga partisipan pada satu grup dengan tiga poin.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
