Kuala Lumpur – Kementerian Luar Negeri Tanah Melayu melalui kedutaan besarnya dalam Yangon, Myanmar, juga Bangkok, Thailand, telah terjadi memulangkan 25 warganya yang digunakan menjadi korban sindikat kejahatan pembohongan kerja secara daring di tempat Myawaddy, Myanmar.
Kementerian Luar Negeri Tanah Melayu di keterangan yang mana diterima di area Kuala Lumpur, Rabu, menyatakan semua korban pembohongan itu telah lama menyeberangi Kompleks Imigrasi, Bea Cukai serta Karantina (ICQS) Bukit Kayu Hitam, Kedah, pada Selasa (12/3), pukul 16.40 waktu Malaya (pukul 15.40 WIB) serta diserahkan untuk Kepolisian Tanah Melayu (PDRM) untuk proses penyelidikan selanjutnya.
Warga Negara Malaysia yang dimaksud merupakan sebagian dari warga asing yang tersebut sudah diselamatkan pihak berwenang Myanmar di operasi pemberantasan sindikat penipuan daring di dalam kawasan Myawaddy, wilayah Kayin, Myanmar.
Staf di tempat Kedutaan Besar Malaya dalam Yangon sebelum itu melakukan kunjungan konsular ke Myawaddy untuk melakukan konfirmasi identitas warga negaranya yang tersebut menjadi korban, sebelum diserahkan ke staf kedutaan besar merek di tempat Bangkok.
Proses pemulangan 25 warga Malaya itu dijalankan melalui jalur darat selama 26 jam dari Mae Sot, Wilayah Tak, Thailand, hingga ke Bukit Kayu Hitam, Kedah, Malaysia.
Pemulangan warga negara Negara Malaysia yang menjadi korban sindikat penyalahgunaan kerja daring itu berkesinambungan dengan pemulangan 15 orang lainnya pada 24 Februari 2025 lalu.
Sebanyak 261 warga asing, termasuk dari Malaysia, menjadi korban sindikat penggelapan kerja pada Myanmar.
Mereka sempat ditempatkan dalam kamp militer Benteng Vachiraprakan juga menjalani penyaringan National Referral Mechanism atau “mekanisme kelembagaan yang membantu mengidentifikasi korban perdagangan manusia kemudian menjamin proteksi mereka” (OSCE, 2022) dalam Thailand, sebelum dipulangkan ke negara masing-masing.
