China sambut positif kesediaan tanah Ukraina untuk gencatan senjata

Beijing – pemerintahan China menyambut positif kesediaan negeri Ukraina untuk melakukan gencatan senjata selama 30 hari dengan Rusia sebagai hasil konferensi delegasi Kiev juga Washington di tempat Arab Saudi.

"Kami mengetahui informasi tersebut. China sudah menyerukan penyelesaian kebijakan pemerintah melalui dialog juga negosiasi sejak hari pertama krisis, juga telah terjadi bergerak mengupayakan perdamaian juga memacu perundingan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning di konferensi pers di dalam Beijing pada Rabu (12/3).

Kantor Presiden negeri Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Selasa (11/3) menerbitkan pernyataan bersatu yang dimaksud menyatakan bahwa Kiev siap menerima proposal Amerika Serikat untuk gencatan senjata selama 30 hari dengan Rusia, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan kesepakatan bersama.

Hal itu disampaikan di pernyataan dengan yang digunakan dirilis pasca pembicaraan antara delegasi Amerika Serikat dan juga negeri Ukraina dalam Jeddah, Arab Saudi.

"Kami berharap pihak-pihak yang berkepentingan akan menemukan solusi berkelanjutan lalu jangka panjang untuk perdamaian yang digunakan mengakomodasi kepentingan masing-masing melalui dialog lalu negosiasi," papar Mao Ning.

Dokumen dari kantor Presiden negara Ukraina juga menyebutkan bahwa Negeri Paman Sam akan segera melanjutkan bantuan ke tanah Ukraina juga mencabut jeda pada berbagi intelijen.

Selain itu, presiden negara Ukraina serta Amerika Serikat setuju untuk segera menyelesaikan perjanjian komprehensif secepatnya mengenai sumber daya mineral penting tanah Ukraina guna memperluas ekonomi negeri Ukraina juga menjamin kemakmuran juga keamanan jangka panjang Ukraina.

Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump kemudian menyatakan harapannya bahwa Rusia akan menyetujui gencatan senjata di area Ukraina. Trump juga mengungkapkan rencana untuk berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Presiden Rusia guna mengeksplorasi isu tersebut.

Para pejabat tinggi negara-negara Eropa, termasuk Jerman, Prancis, Belanda, dan juga Inggris, menyambut baik hasil perundingan di area Arab Saudi itu.

Scroll to Top