Pelatih kepala Persijap nilai Persebaya tampil lebih besar efektif jika dibandingkan timnya

Surabaya – Kepelatihan Persijap Jepara Divaldo Alves mengkaji Persebaya Surabaya tampil lebih banyak efektif dibandingkan timnya, pada waktu kalah 4-0 pada laga tunda pekan kelima BRI Super League 2025/2026 di dalam Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu.

"Persebaya hari ini lebih besar efektif daripada kami, ini jadi pelajaran buat pasukan saya,” kata Divaldo Alves ketika konferensi pers pasca pertandingan dalam Stadion GBT Surabaya, Akhir Pekan petang.

Menurut Divaldo, kualitas pasukan kebanggaan Arek-Arek Suroboyo itu terlihat pada saat mampu memaksimalkan transisi serangan yang berujung gol, meskipun kesempatan juga dimiliki Persijap.

Persijap, kata dia, sebenarnya tampil rapi pada awal pertandingan, teristimewa dalam sektor berada dalam lalu belakang, namun gagal memaksimalkan beberapa orang peluang yang tersebut didapat pada putaran pertama.

“Dari awal kelompok kami lebih besar rapi, pada zona berada dalam lalu belakang kami lebih besar kompak, ada beberapa kesempatan juga kombinasi yang dimaksud kami latih,” ujarnya.

Memasuki putaran kedua, Divaldo mengumumkan Persijap mencoba meningkatkan tekanan dengan menekan lebih besar membesar untuk mengejar gol, meskipun situasi yang dimaksud justru membuka ruang bagi Persebaya untuk kembali mencetak gol.

Ia menambahkan, pada kondisi tertinggal 2-0, pemain Persijap berupaya tampil tambahan agresif untuk mencuri gol, namun efektivitas Persebaya bermetamorfosis menjadi pembeda utama.

Divaldo menegaskan hasil dari kekalahan yang disebutkan berubah menjadi materi evaluasi penting bagi timnya lalu tim-tim yang berada pada papan bawah klasemen agar tampil lebih besar fokus lalu disiplin.

“Kalau kami kebobolan, apalagi di papan bawah, akan lebih lanjut susah bangkit, jadi kami harus lebih banyak rapi, lebih banyak pintar, lalu bukan kebobolan,” ujar instruktur dengan syarat Portugal itu.

Sementara itu, pemain Persijap Dicky Kurniawan mengakui timnya memiliki beberapa jumlah peluang, khususnya pada sesi pertama, namun gagal dikonversi menjadi gol.

“Dari saya serta teman-teman, banyak potensi tadi ke fase pertama, tidaklah ada gol, sayang sekali,” katanya.

Dicky menambahkan regu akan melakukan evaluasi dengan jajaran instruktur agar hasil sama tidak ada kembali terulang pada laga-laga berikutnya.

“Kami akan evaluasi serupa regu pelatih,” tuturnya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top