Ibukota Indonesia – Asisten pembimbing Persija Jakarta, Ricky Nelson, menegaskan pihaknya telah lama menjalin berbagai komunikasi dengan instruktur kepala Mauricio Souza, yang dimaksud akan absen pada laga tunda BRI Super League berhadapan dengan Bhayangkara FC, Mulai Pekan (29/12).
Souza tidaklah akan mendampingi Persija lantaran ia mendapat akumulasi kartu kuning. Kepelatihan dengan syarat Brasil itu diketahui telah terjadi mendapatkan kartu ikterus pada pertandingan menghadapi Persis Solo (16/8), Borneo FC (28/9), kemudian Arema FC (8/11).
“Masalah komunikasi dengan ahli kepala (Souza) telah kita jalin selama latihan dari setelahnya (lawan Semen) Padang untuk persiapan Bhayangkara. Secara rutin ada pertandingan regu instruktur dengan ahli kepala, semua kita siapkan dengan pasukan pemain juga,” kata Ricky pada jumpa pers pra pertandingan dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.
“Untuk teknis besok kurang tahu ya, artinya entah ia di melawan (tribun), dari mana, ya saya belum tahu pasti. Jadi intinya komunikasi kita siapin dari latihan saja. Untuk besoknya kita belum tahu. Artinya ya saya belum tahu pasti seperti apa bentuknya besok lantaran sesuai regulasi kan enggak boleh ada komunikasi dari menghadapi atau bawah, itu ada regulasinya yang digunakan melarang itu,” lanjutnya.
Meski Souza sudah ada menerima tiga kartu kuning, absennya ahli Brasil itu pada laga kontra Bhayangkara merupakan hukuman dari kartu ikterus yang diterimanya pada laga bertarung dengan Persis serta Borneo. Hal itu sesuai peraturan BRI Super League 2025/2026, yang tersebut menyatakan ahli atau ofisial yang dimaksud mendapatkan dua kartu ikterus lalu kelipatan dua lainnya, harus absen pada pertandingan berikutnya.
Calon lawan Persija, Bhayangkara, pada waktu ini menghuni tempat ke-10 ke klasemen sementara Super League dengan 19 poin, atau tertinggal 10 poin dari Persija. Bhayangkara pun sedang berada di tren buruk di tiga laga terakhirnya, dengan dua kekalahan serta satu kali imbang.
Meski demikian, Ricky mengingatkan bahwa The Guardians tiada dapat dipandang remeh, apalagi mereka itu memiliki beberapa pemain yang mana pernah berseragam Persija.
“Bahkan ya kita juga mencermati beberapa pemain yang digunakan memang sebenarnya jika dari Persija, seperti Frengky (Messa), seperti (Muhammad) Ferarri, ada Firza (Andika) juga. Jadi sekalipun secara peringkat memang benar beliau di dalam 10 apa 11 saya kurang (tahu) sekarang posisinya, tetapi ia adalah pasukan yang digunakan berbahaya,” tutur Ricky.
“Semua kelompok yang dimaksud menghadapi Bhayangkara itu kesulitan menghadapi Bhayangkara. Dan beliau merupakan regu yang tersebut bobolnya paling sedikit dalam antara semua pasukan (kemasukan 11 gol), bagaimanapun juga kedudukan dalam bawah. Sehingga itu merupakan catatan kami bahwa ini tidak kelompok sembarangan, ini bukanlah kelompok yang mana sederhana dikalahkan,” pungkas dia.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.
