DKI Jakarta – Pelatih kepala Persijap Jepara Divaldo Alves menegaskan bahwa pada waktu ini semua laga BRI Super League 2025/2026 merupakan pertandingan final, mengingat grup asuhannya pada waktu ini masih menghuni zona degradasi.
Laskar Kalinyamat baru mengoleksi sembilan poin setelahnya memainkan 15 pertandingan Super League musim ini, yang tersebut menimbulkan dia pada waktu ini menghuni kedudukan ke-17 klasemen sementara, menjauhi lawatan mereka ke markas Persija Ibukota Indonesia pada Hari Sabtu (3/1).
“Setiap pertandingan adalah final untuk Persijap. Kita tahu Persija kemarin kalah dengan Semen Padang tapi setelahnya itu menang lagi, berarti saya tidak ada mau datang ke di tempat ini dengan mental seperti Persija tiada fokus lawan kita atau apa,” kata Divaldo pada jumpa pers pra pertandingan dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.
“Saya tidaklah percaya itu. apalagi mereka itu main di depan suporter sendiri, merekan pasti akan fokus untuk cari hasil terbaik buat Persija. Tapi grup kami datang ke di sini dengan semangat juang, lantaran kami tahu seperti yang saya bilang semua pertandingan adalah final, kita perlu point, kita penting pergi dari dari zona degradasi,” katanya melanjutkan.
Divaldo Alves telah lama cukup lama berkarier di Indonesia, sehingga pertemuannya dengan instruktur Persija Mauricio Souza besok bukanlah merupakan perjumpaan pertama. Ia mengakui kecerdasan Souza pada meracik strategi menyerang, dipadukan dengan skuad Persija yang mana cukup kuat.
“Memang dari coach saya sudah ada lama lawan beliau waktu pada Madura (United), memang sebenarnya beliau punya beberapa gaya pemainan menyerang, memang sebenarnya sangat istimewa. Kalau kamu punya pemain seperti Alano (de Souza), Maxwell, beberapa pemain Persija seperti biasa setiap tahun pasti attacking memang sangat istimewa,” kata instruktur berusia 47 tahun itu.
Meski demikian, ia cukup optimistis akan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik anak-anak asuhnya di regu barunya itu. Terutama pasca mengawasi dua hasil pertandingan Persijap ke bawah asuhannya.
“Tim kita juga konsisten, dari pertandingan kemarin PSIM, yang mana saya turun pertama kali kita lawan PSIM 1-1 di dalam menit terakhir, yang kita kurang fokus tapi itu hasil positif juga. Dari pertandingan itu saya lihat pemain kita atau grup kita, kalau kompak besok meskipun menyerang, padahal bertahan, Persija bukan bisa jadi masuk,” papar Divaldo.
Dalam dua pertandingan di dalam bawah asuhan Divaldo Alves, Persijap mendapat satu hasil imbang dan juga satu kekalahan. Mereka bermain imbang 1-1 dengan PSIM Yogyakarta (23/12), kemudian kalah 0-4 dari Persebaya Surabaya (28/12).
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.
