Mantan pemain bongkar rahasia sukses John Herdman di Kanada

DKI Jakarta – Mantan pemain timnas Kanada, Jason deVos, membongkar rahasia kesuksesan John Herdman saat Kanada mengakhiri penantian 36 tahun absen pasca lolos ke Piala Bumi 2022 Qatar.

DeVos, yang mana menjadi director of development di timnas Kanada dalam periode Herdman berubah jadi pembimbing kepala, mengatakan kesuksesan yang tersebut didapatkan pembimbing jika Inggris itu lantaran melakukan pendekatan yang tersebut berakar pada pembinaan karakter jangka panjang.

“Dukungan John Herdman terhadap prinsip pengembangan pemain jangka panjang, termasuk penyelenggaraan aktivitas latihan lalu format permainan yang dimaksud sesuai dengan usia kemudian tahap perkembangan pemain, menegaskan jalur menuju level elite di sepak bola dimulai dari akar rumput,” kata DeVos yang digunakan juga menjad asisten instruktur Herdman dalam Toronto FC, diambil dari Canada Soccer, Senin.

PSSI memperkenalkan Herdman sebagai pembimbing baru timnas Negara Indonesia pada kemarin Sabtu. Instruktur berusia 50 tahun itu datang dengan reputasi tidak belaka sebagai perancang taktik, tetapi sebagai pembangun kultur atau budaya tim, khususnya melalui pendekatan ‘brotherhood’ alias persaudaraan di pada ruang ganti.

Rekam jejak Herdman dalam Kanada, baik ketika menangani grup putra dan juga putri, menunjukkan inovasi yang dilaksanakan bukan berawal dari papan taktik, melainkan pembenahan mental, ego, kemudian dinamika ruang ganti.

Di bawah kepemimpinannya, Kanada dikenal memiliki kohesi yang kuat, rasa saling percaya, kemudian identitas kolektif yang solid termasuk penguatan dalam akar rumput.

“Pendekatan itu sejalan dengan prinsipnya yang dimaksud berfokus pada pengajaran dasar-dasar permainan terhadap pemain muda, sehingga memberi dia prospek terbaik untuk mencapai level elite sepak bola,” kata DeVos, yang mana pada waktu berubah menjadi pemain memiliki 49 caps bersatu timnas Kanada itu.

Konsep persaudaraan yang dimaksud dibangun Herdman tercermin pada kedisiplinan emosional lalu rasa tanggung jawab antarpemain. Junior Hoilett, yang mana bermetamorfosis menjadi bagian tim Kanada di Piala Global 2022, menggambarkannya sebagai kultur persaudaraan tanpa ego pribadi.

“Apa yang dibangun John Herdman di dalam di sini adalah budaya persaudaraan yang tersebut nyata, tanpa jadwal pribadi. Semua penduduk berada di dalam jalur yang tersebut sebanding juga tahu mengapa mereka berada dalam di sini untuk regu nasional,” tutur Hoilett, yang mana saat ini berusia 35 tahun.

Dampak Herdman bahkan dirasakan pada level personal. Rhian Wilkinson, mantan pemain timnas putri Kanada, mengumumkan pengaruh Herdman tidak ada hanya sekali muncul ke lapangan.

“John Herdman sudah memengaruhi kami semua pada cara yang tersebut sangat besar kemudian belaka sebagian kecil dari itu yang mana sebenarnya berkaitan segera dengan sepak bola. Kedengarannya mungkin saja berlebihan, tapi ia mungkin saja telah terjadi mengubah saya sebagai pribadi, padahal saya baru mengenalnya sewaktu berusia 29 tahun,” ujar Wilkinson.

Bagi Diana Matheson, mantan pemain timnas putri Kanada, keberhasilan Herdman tidaklah semata diukur dari hasil pertandingan, tetapi dari cara kelompok mencapai tujuan bersama.

“Di regu John Herdman yang mana penting tidak hanya saja hasil akhirnya, tetapi bagaimana kita memilih mencapainya. Gaya bermain itu penting, dengan siapa kita melakukannya juga penting, tetapi lebih besar penting lagi kami berubah menjadi pendatang Kanada yang dimaksud baik di skuad nasional,” ujar Diana yang dimaksud pada waktu ini berusia 41 tahun.

Adapun, Herdman sendiri menegaskan keberhasilan suatu grup berangkat dari fondasi kultur lalu sistem yang tersebut kuat.

“Saat kami merancang kembali kegiatan Timnas Putri Kanada itu semuanya dari nol. Dimulai dengan mendirikan sistem high-performance, pengembangan talenta, juga menghadirkan orang-orang yang tepat,” ujar Herdman.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top