Persija Ibukota Indonesia kecam keras rasisme terhadap Allano Lima

Ibukota – Persija Ibukota Indonesia mengecam keras aksi rasisme terhadap pemain asingnya, Allano Lima, melalui kolom komentar akun Instagram pribadinya, yang muncul setelahnya pertandingan BRI Super League menghadapi Persib Bandung pada Akhir Pekan (11/1).

“Persija berdiri sepenuhnya sama-sama Allano Lima. Klub memberikan dukungan penuh secara moral lalu psikologis untuk pemain kami, dan juga melakukan konfirmasi ia tiada sendirian di menghadapi situasi ini,” kata manajer Persija Ardhi Tjahjoko, dikutipkan dari keterang tercatat dalam Jakarta, Senin.

Persija menafsirkan bahwa perilaku tiada bermoral yang dimaksud merupakan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang mana seharusnya tak mempunyai tempat pada sepak bola, terlebih ke Tanah Air yang menjunjung lebih tinggi keberagaman lalu persatuan.

Klub jika DKI Jakarta itu sangat kecewa oleh sebab itu tindakan memalukan seperti ini masih terus berulang. Rasisme tidak sekadar candaan, bukanlah pula untuk dijadikan ekspresi emosi sesaat. Rasisme adalah kekerasan verbal yang mana melukai martabat seseorang.

Allano pun telah lama bersuara terkait tindakan rasis yang diterimanya.

“Saya bangga dengan siapa diri saya, saya bangga dengan apa yang sudah saya capai. Tindakan rasisme ini justru menunjukkan seberapa terpencil saya telah lama bertumbuh dari titik awal saya berasal. Pohon yang dimaksud berbuah lebat adalah pohon yang dimaksud paling rutin dilempari batu. Kini saatnya kembali bekerja lalu melanjutkan perjalanan kami. Jalan masih panjang. Kami akan terus berjuang,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Persija mendesak seluruh pihak terkait, diantaranya operator liga, federasi, suporter, lalu para pemangku kepentingan sepak bola lainnya, untuk bersikap tegas, serius, lalu konsisten pada memberantas segala bentuk rasisme, baik ke stadion maupun di dalam ruang digital.

Persija meyakini bahwa sepak bola mestinya bermetamorfosis menjadi arena persaingan sportif pada atmosfer yang tersebut aman dan juga saling menghargai. Ketika rasisme dibiarkan, yang dimaksud rusak tidak cuma individu, tetapi juga wajah sepak bola nasional.

Persija juga mengecam tindakan tidaklah suportif lainnya, seperti ujaran kebencian hingga ancaman yang tersebut ditujukan terhadap elemen sepak bola Indonesia. Siapa pun pelakunya harus sadar kemudian mengerti akan bahwa tindakannya yang disebutkan mencederai hormat sepak bola, olahraga, bahkan sisi kemanusiaan.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top