DKI Jakarta – Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara menyiapkan langkah strategis untuk mengamplifikasi Piala Bumi 2026 sebagai peluang penyebarluasan nilai sportivitas dan juga edukasi pembangunan olahraga nasional melalui produk-produk jurnalistik lalu kegiatan publik.
Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perum LKBN Antara Ramadhan Pohan menjelaskan keterlibatan ANTARA adalah perbuatan lanjut melawan penunjukan TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Planet 2026, yang mana dinilai mempunyai daya tarik luas bagi warga Indonesi sebagai salah satu bangsa dengan penggemar sepak bola terbesar pada dunia.
"Perum LKBN ANTARA sesuai dengan komitmen yang tersebut sudah ada disampaikan oleh para direksi akan melakukan amplifikasi terhadap pemberitaan atau penyiaran Piala Bumi 2026 yang disiarkan oleh TVRI," kata Ramadhan di dalam Jakarta, Selasa.
Menurut dia, amplifikasi akan dijalankan melalui pemberitaan tematik, liputan mendalam, hingga kegiatan pendukung seperti nonton bareng kemudian wawancara tokoh-tokoh sepak bola juga pemangku kepentingan olahraga.
Upaya itu diarahkan agar Piala Global 2026 tak semata dipahami sebagai kompetisi menang juga kalah, tetapi juga sarana lembaga pendidikan publik.
Menurut Ramadhan, sepak bola miliki kekuatan sosial yang tersebut menyatukan.
Dalam banyak kesempatan, olahraga ini mampu menghadirkan ruang kebersamaan lintas latar belakang, sekaligus bermetamorfosis menjadi medium pembelajaran tentang fair play, disiplin, juga saling menghormati.
Piala Dunia, lanjut dia, juga merepresentasikan reuni berubah-ubah suku bangsa kemudian ras dalam bawah payung kemanusiaan melalui olahraga.
Nilai-nilai yang disebutkan relevan untuk terus digaungkan pada berada dalam warga Indonesia yang majemuk.
"Antara akan mengamplifikasi nilai-nilai itu agar tiada ada diskriminasi lalu sportivitas kekal terjaga, meskipun Nusantara tidak partisipan Piala Global 2026," ujar dia.
Melalui pendekatan jurnalistik yang mana edukatif, ANTARA berharap Piala Global 2026 dapat berkontribusi pada peningkatan literasi olahraga, penguatan karakter, dan juga dukungan umum terhadap penyelenggaraan ekosistem olahraga nasional yang inklusif juga berkelanjutan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.
