DKI Jakarta – Chelsea kemudian West Ham United didakwa oleh FA setelahnya ribut massal pada menit-menit akhir pertandingan Kejuaraan Inggris ke Stamford Bridge, pada Hari Sabtu pekan lalu.
Laman FA pada Kamis menyebutkan bahwa badan sepak bola Inggris itu memandang Chelsea tak mampu menghindari para pemainnya berperan dengan cara yang tidaklah pantas dan/atau provokatif, sementara West Ham dituduh tidak ada mengurangi pemain mereka itu berperilaku tak pantas dan/atau provokatif dan/atau penuh kekerasan.
Kedua klub diberi waktu hingga hari terakhir pekan pekan ini untuk memberikan tanggapan melawan dakwaan tersebut.
Tuduhan itu berkaitan dengan insiden pada menit ke-95, yang bermula dari benturan antara pemain sayap West Ham Adama Traore serta bek Chelsea Marc Cucurella di sisi lapangan pada waktu keduanya mengejar bola ke sudut.
Insiden yang disebutkan berujung pada aksi Traore menjatuhkan Cucurella, sebelum penyerang Chelsea Joao Pedro memacu Traore sebagai tindakan balasan.
Dalam hitungan detik, beberapa jumlah pemain dari kedua kelompok bergabung terlibat. Setelah direalisasikan tinjauan VAR, bek West Ham Jean-Clair Todibo diganjar kartu merah akibat melakukan tindakan kekerasan, mencekik Joao Pedro.
Joao Pedro lalu Traore sama-sama menerima kartu jaundice dari wasit Anthony Taylor.
Pada pertandingan itu, Chelsea tertinggal 0-2 pada sesi pertama setelahnya gol Jarrod Bowen serta Crysencio Summerville.
Namun, The Blues bangkit pada putaran kedua untuk membalikkan kedudukan 3-2, pasca Enzo Fernandez mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-92.
Hasil yang dimaksud berubah jadi kali pertama Chelsea menang pada pertandingan Kejuaraan Inggris pasca tertinggal dua gol ketika turun minum.
Kekalahan itu menyebabkan West Ham terpuruk pada tempat ke-18 klasemen, terpaut enam poin dari zona aman, sementara Chelsea berada ke peringkat kelima.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.
