DKI Jakarta – Pembimbing Tottenham Hotspur Thomas Frank menegaskan tidak ada akan mencopot Cristian Romero dari sikap kapten tim, meskipun sang bek menerima kartu merah pada waktu Spurs dikalahkan oleh Manchester United.
Frank tetap memberi kepercayaan penuh terhadap pemain jika Argentina yang dimaksud walaupun harus menjalani skorsing panjang.
“Tidak ada penyesalan sudah menjadikannya kapten lalu beliau juga menyesal melawan insiden tersebut. Dia meminta-minta maaf terhadap rekan-rekan setimnya," ujar Frank seperti dilaporkan The Guardian pada Minggu.
Dalam laga ke Old Trafford pada Hari Sabtu itu Romero diganjar kartu merah dengan segera pada putaran pertama akibat tekel keras terhadap Casemiro.
Bermain dengan 10 pemain sejak awal laga, Tottenham tertunduk 0-2 pasca dibobol Bryan Mbeumo serta Bruno Fernandes.
Kartu merah yang dimaksud menciptakan Romero semakin berubah menjadi sorotan, mengingat keadaan skuad Spurs berada dalam pincang akibat badai cedera.
Insiden itu juga menghasilkan lini belakang Tottenham semakin rapuh.
Romero dihukum empat pertandingan sebab kartu merah itu tidak yang digunakan pertama baginya musim ini.
Dia akan absen pada waktu Tottenham menghadapi Newcastle United, Arsenal, Fulham, kemudian Crystal Palace. Dia baru bisa jadi kembali meningkatkan kekuatan tim ketika menghadapi Liverpool pada 15 Maret.
Frank menegaskan Romero terus figur penting ke pada tim.
“Dia telah memohonkan maaf juga itu cukup bagi saya,” kata Frank.
“Bila meninjau jumlah agregat kartu merahnya, sebenarnya tiada begitu banyak, khususnya bagi pemain yang bermain dengan semangat juga agresivitas tinggi.”
Tottenham tercecer di peringkat ke-15 klasemen Kompetisi Inggris dengan 29 poin dari 25 pertandingan setelahnya Crystal Palace megalahkan Brighton & Hove Albion satu gol tanpa balas waktu malam ini.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
