Antonelli lega bisa jadi raih poin perdana dalam Eropa

Ibukota Indonesia – Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, mengaku lega setelahnya meraih poin perdananya di dalam paruh musim Eropa dengan finis di area tempat 10 di balapan Grand Prix Formula 1 Hungaria di area Hungaroring, Akhir Pekan (3/8) waktu setempat.

Pembalap 18 tahun itu memulai balapan dari tempat ke-15 setelahnya catatan waktunya di dalam sesi kualifikasi dihapus lantaran melanggar batas lintasan. Namun, Antonelli tampil solid lalu konsisten sepanjang balapan untuk menembus tempat 10 besar.

“Balapan yang sangat berat. Kami awalnya tiada berencana melakukan satu kali pit stop, tetapi lantaran tempat kami cukup berjauhan kemudian kecepatannya cukup baik dalam jalur bebas, kami memutuskan untuk melanjutkan strategi itu,” kata Antonelli seperti disitir dari laman Formula 1, Selasa.

Antonelli melakukan pit stop lebih tinggi awal pada lap ke-22 juga mengganti ke ban keras (C3), yang digunakan kemudian ia gunakan hingga akhir lomba. Hanya Esteban Ocon yang mana berhasil menyebabkan satu set ban bertahan lebih banyak lama di area balapan tersebut.

"Itu sangat sulit, teristimewa di area stint terakhir. Saya melakukan hampir 50 lap dengan ban keras. Setiap kali pergi dari dari tikungan terakhir dan juga memasuki tikungan pertama, saya harus bertahan dari tekanan mobil-mobil di tempat belakang yang digunakan punya grip lebih banyak baik," katanya.

Finis ke-10 di dalam Hungaria menjadi hasil menggembirakan bagi Antonelli, yang tersebut sebelumnya mengalami masa sulit dengan empat kali gagal finis di enam balapan terakhir di tempat Eropa. Selain podium dalam Kanada, dua hasil lainnya sejak Mei hanya saja berada di dalam tempat 16 lalu 18.

Namun, kembalinya Antonelli ke spesifikasi suspensi belakang lama yang tersebut digunakan Mercedes musim lalu, memberinya rasa percaya diri yang tersebut lebih tinggi baik terhadap mobil W15.

“Saya sangat senang sebab rasa percaya diri terhadap mobil akhirnya kembali. Ini adalah akhir pekan yang mana penting untuk mendirikan peluang mendekati paruh kedua musim,” kata atlet sepeda dengan syarat Italia itu.

Kepala kelompok Mercedes Toto Wolff memberikan pujian melawan kedewasaan Antonelli di mempertahankan sikap serta menyelesaikan strategi satu pit stop yang tersebut tiada mudah.

“Kami menempatkannya pada situasi sulit untuk bertahan hidup dengan kondisi ban. Tapi itu bagian dari proses belajar sebagai atlet sepeda muda. Dia bertahan dari tekanan Hadjar lalu berhasil mengamankan poin,” kata Wolff.

Dengan tambahan satu poin dari Antonelli juga podium dari George Russell, Mercedes pada saat ini tetap memperlihatkan di persaingan perebutan kedudukan kedua di tempat klasemen konstruktor, tertinggal 24 poin dari Ferrari.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top