DKI Jakarta – Kepelatihan sementara Real Madrid Alvaro Arbeloa justru memuji penyerang sayap Vinicius Junior sesudah timnya dipermalukan grup divisi kedua Albacete Balompie 2-3 pada fase 16 besar Piala Raja, Rabu dini hari WIB.
"Dia membantu tim, terus berlari juga tidaklah pernah sembunyi dalam lapangan. Itulah Vini yang ingin saya lihat. Dia berani, bertanggung jawab dan juga sulit ditaklukkan," ujar Arbeloa, pada laman Real Madrid.
Menurut Arbeloa, pengaruh Vinicius pada skuadnya seperti manusia kapten. Dia mengatakan pemain selama Brasil itu terus-menerus mencoba keras menunjukkan yang digunakan terbaik di keadaan apapun.
Dia menilai, jikalau terus bermain seperti pada waktu berperang melawan Albacete, Vinicius dapat menyebabkan Real Madrid mendapatkan trofi.
"Kami membutuhkan versi terbaik dari dirinya," kata Arbeloa.
Vinicius bukan mencetak gol atau menimbulkan assist. Namun, Arbeloa mengkaji pergerakannya pada pertahanan Albacete menimbulkan lawan kerepotan.
Pada musim 2025/2026, Vinicius baru menyebabkan enam gol dan juga delapan assist dari 28 kali penampilannya untuk Real Madrid, dengan seluruh golnya itu dibuat di dalam Turnamen Spanyol.
Torehan gol itu sangat terpencil bila dibandingkan dengan Kylian Mbappe yang sejauh ini sudah ada menelurkan 29 gol kemudian lima assist untuk Real Madrid dari 24 penampilannya ke semua kompetisi.
Penampilan Vinicius yang mana tak stabil musim ini kerap mendapatkan kritikan. Dia disebut-sebut sebagai salah satu pemain yang dimaksud berseberangan dengan ahli Real Madrid sebelumnya, Xabi Alonso, yang akhirnya dipecat pada Mulai Pekan pekan ini.
Saat ini, dalam bawah kepemimpinan pembimbing sementara Alvaro Arbeloa, Vinicius mendapatkan kepercayaan penuh untuk berubah menjadi penggedor pertahanan lawan.
Namun, pada laga perdana Vinicius di dalam bawah asuhan Arbeloa, Madrid secara mengejutkan kalah dari Albacete di Piala Raja yang mana menimbulkan merekan tidak ada dapat meraih treble musim ini.
Gol-gol Madrid pada pertandingan yang dimaksud disumbangkan oleh Franco Mastantuono lalu Gonzalo Garcia, sedsangkan Albacete lewat Javi Villar juga Jefte Bentacor.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
