Arteta persilakan pemain Arsenal tak tahan tekanan untuk pergi

Ibukota Indonesia – Manajer Arsenal Mikel Arteta menegaskan para pemainnya harus siap menghadapi tekanan besar di perburuan penghargaan Kompetisi Inggris lalu mempersilakan merekan meninggalkan klub ini apabila tidaklah mampu menahan sorotan publik.

"Apakah Anda ingin berubah menjadi bagian dari kebisingan itu atau tidak? Jika tidak, maka pergilah," kata Arteta seperti dikutipkan ESPN di Jakarta, Minggu.

Arsenal menghadapi rival sekota Tottenham Hotspur pada laga krusial Hari Minggu di malam hari ini. The Gunners masih memegang ke puncak klasemen.

Namun, Arsenal mendapat sorotan tajam pasca menyianyiakan keunggulan dua gol pada waktu ditahan imbang pasukan papan bawah Wolverhampton Wanderers pada laga terakhirnya.

Hasil yang dimaksud menyebabkan kembali tudingan Arsenal kerap gagal mempertahankan konsistensi pada momen krusial. Arsenal adalah runner-up tiga musim terakhir.

Klub London Utara itu hanya saja memenangi dua dari tujuh pertandingan liga terakhir sehingga meningkatkan tekanan eksternal terhadap skuad asuhan Arteta menjauhi laga berhadapan dengan Tottenham.

"Kebisingan adalah bagian dari itu lalu peluru adalah bagian dari itu. Kami mencoba menghadapinya dengan cara yang dimaksud tepat kemudian mencapai apa yang tersebut kami cari," kata Arteta.

Ia menyatakan timnya ketika ini hanya saja diperlukan fokus pada hal yang dimaksud dapat dia kendalikan, yakni meraih kemenangan setiap pertandingan tersisa

Tapi Arsenal menghadapi persoalan cedera pemain, diantaranya kapten Martin Odegaard yang mana baru tampil 45 menit pada lima pertandingan terakhir.

Gelandang dengan syarat Norwegia itu berpeluang kembali mengatur kelompok pada waktu menghadapi Tottenham walaupun produktivitasnya menurun, belaka mencetak dua gol liga pada dalam setahun terakhir.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top