Kediri, Jawa Timur – Borneo FC mengakhiri musim Kejuaraan 1 Indonesia 2024/25 dengan meraih kemenangan 2-1 pada markas Persik Kediri dalam Stadion Brawijaya, Perkotaan Kediri, Jawa Timur, hari terakhir pekan petang.
Stefano Lilipaly serta Matheus Pato mencetak gol-gol kemenangan Borneo, sementara tuan rumah hanya saja sanggup membalas melalui eksekusi penalti Ramiro Fergonzi.
Hasil ini meyakinkan tempat kedua pasukan dalam klasemen akhir klasemen, meskipun banyak klub masih akan memainkan laga penutup musim pada Hari Sabtu (24/5) besok. Borneo menempati peringkat kelima dengan 56 poin, sedangkan Persik (41) di dalam urutan 12.
Kendati berjuang melancarkan serangan sejak peluit sepak mula, Persik harus mendapati gawang dia dijebol oleh regu tamu pada menit ke-19 ketika Lilipaly memanfaatkan umpan Mariano Peralta demi menghadirkan Borneo mengatur 1-0.
Tim besutan Divaldo Alves berupaya bangkit dari ketertinggalan dan juga sempat mengancam lewat sundulan Riyatno Abiyo pada menit ke-35, sayang bola masih mudah dihalau penjaga gawang Daffa Fasya.
Borneo berhasil memperoleh gol kedua dia pada menit ketiga injury time lewat sontekan Pato demi menggandakan keunggulan 2-0 berhadapan dengan Persik pada waktu turun minum.
Persik berupaya memasuki fase kedua dengan meningkatkan intensitas serangan lalu hasilnya merekan memperoleh hadiah tendangan penalti pasca Ronaldo Rodrigues menjatuhkan Mohammad Khanafi pada area terlarang.
Pelanggaran yang disebutkan berujung kartu ikterus kedua untuk Rodrigues, sebelum Fergonzi mengonversi tendangan penalti demi memperkecil ketertinggalan Persik 1-2 pada menit ke-77.
Sayangnya, Persik gagal memanfaatkan ketimpangan jumlah keseluruhan pemain juga harus rela menghentikan musim dengan kekalahan 1-2 dari Borneo ketika peluit tanda bubaran berbunyi.
Alves mengakui para pemain Persik kehilangan fokus sejak gol pertama yang mana diperoleh Borneo, tetapi ia memuji kebangkitan yang digunakan sempat diperlihatkan pada fase kedua.
"Di sesi kedua, regu mulai agresif. Babak kedua istimewa, mental pemain luar biasa, saya suka," katanya selepas pertandingan.
Gelandang Persik Adi Eko Jayanto menegaskan ia juga rekan-rekannya sudah ada berjuang semaksimal kemungkinan besar kendati gagal meraih hasil terbaik.
"Untuk pertandingan, kami sebagai pemain sudah ada berupaya semaksimal mungkin saja dan juga hasil belum maksimal. Saya mewakili tim, official, pelatih, memohonkan maaf ke warga Kediri juga suporter kami belum maksimal," kata Adi.
Menurut instruktur Borneo FC Joaquin Gomes hasil kali ini menjadi buah menghadapi kerja keras yang tersebut diadakan para pemain.
"Kami menunjukkan keinginan, energi, proaktif, dan juga kemampuan kami di tempat posisi. Itu adalah sesuatu yang dimaksud saya rasa sangat membanggakan," katanya.
