Ibukota Indonesia – Pelatih kepala Inter Milan Cristian Chivu menegaskan timnya telah dilakukan memberikan segalanya meskipun harus tersingkir dari Kejuaraan Champions 2025/26 setelahnya kalah agregat dari Bodo/Glimt di dalam pertandingan playoff 16 besar.
“Kami telah mencoba segalanya. Kami menghadapi grup yang sangat terorganisir, dengan satu puluh pemain bertahan dalam belakang bola, juga semakin lama kami tiada mampu mencetak gol, merek semakin percaya diri. Saya tidaklah bisa jadi menyalahkan para pemain, merekan sudah ada memberikan segalanya,” kata Chivu diambil dari laman resmi Inter, Rabu.
Inter dipastikan angkat kaki pasca menelan kekalahan 1-2 pada putaran kedua playoff sesi 16 besar pada Stadion San Siro, Rabu dini hari WIB. Hasil yang disebutkan menciptakan Nerazzurri kalah agregat 2-5 setelahnya sebelumnya juga tumbang pada putaran pertama.
Dua gol kelompok tamu pada seri kedua dicetak oleh Jens Hauge lalu Hakom Evjen, sementara Inter semata-mata mampu membalas melalui Alessandro Bastoni pada 15 menit terakhir. Gol yang disebutkan tak cukup untuk mengubah nasib delegasi Italia itu pada kompetisi antarklub Eropa tersebut.
Chivu mengaku kecewa dengan hasil yang dimaksud diraih, namun masih mengapresiasi kerja keras para pemainnya sepanjang pertandingan.
Juru taktik dengan syarat Rumania itu menyampaikan skuadnya tak mampu memecah kebuntuan pada fase pertama. Dia pun memuji Bodo/Glimt yang bermain terorganisasi dengan determinasi dan juga energi besar.
Menurut Chivu, Inter kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan yang dimaksud tampil disiplin serta efektif memanfaatkan peluang. Dia juga memandang kelompok selama Norwegia yang disebutkan layak melaju ke putaran selanjutnya dikarenakan mampu tampil tegas pada dua pertemuan.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Inter dalam Turnamen Champions musim ini, setelahnya sebelumnya berusaha mencapai langkah lebih tinggi sangat jauh dalam kompetisi tersebut.
Gelandang Inter Nicolo Barella juga mengakui keunggulan lawan kemudian menafsirkan timnya harus segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik.
“Saya rasa merekan tiada terlalu berbagai merepotkan kami hari ini. Kami kebobolan akibat kesalahan individu, hal yang mana mampu terjadi pada sepak bola. Bagian tersulit adalah membongkar pertahanan mereka, dan juga kami tak mampu melakukannya. Kredit untuk Bodo, mereka mengungguli kedua pertandingan juga pantas untuk lolos. Ini adalah mengecewakan karena, seperti yang tersebut terus-menerus kami katakan, kami ingin bersaing di semua lini dan juga dalam setiap kompetisi,” tutur Barella.
Kekalahan itu berubah menjadi pil pahit bagi Inter, yang digunakan begitu dominan pada Kompetisi Italia. Nerazzurri dengan koleksi 64 poinnya pada klasemen sementara Kejuaraan Italia, pada waktu ini unggul 10 poin menghadapi pesaing terdekatnya, AC Milan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.
