Ibukota – Pemain Manchester United Matheus Cunha berpotensi mendapatkan sanksi dari Football Association (FA) akibat selebrasinya ketika bermetamorfosis menjadi pahlawan kemenangan timnya ketika menaklukkan Arsenal 3-2 pada Akhir Pekan (25/1).
Gol penentunya di dalam menit-menit akhir laga mengakibatkan selebrasi emosional dari penyerang selama Brasil itu, yang kemudian disorot kamera siaran langsung.
Menurut laporan SPORT Illustrated pada Selasa, Cunha melakukan selebrasi dengan bergoyang sebelum mendekat ke kamera kemudian melontarkan kata-kata kasar, “we’re the f***** biggest”.
Ucapan yang disebutkan segera terdengar jelas pada tayangan secara langsung kemudian menuai reaksi luas. Salah satunya dari komentator Sky Sports, Peter Drury, bahkan menyampaikan permintaan maaf terhadap pemirsa.
“Bila Anda mendengar kata-kata kasar di antara selebrasi tersebut, untuk itu kami meminta-minta maaf,” ucapannya ketika siaran berlangsung.
Hingga kini, FA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, badan sepak bola Inggris itu miliki aturan tegas mengenai sumpah serapah atau ucapan kasar yang dimaksud dikerjakan pemain, teristimewa bila ditujukan secara langsung ke kamera.
Dalam regulasinya, FA mengkaji tindakan yang disebutkan sebagai pelanggaran yang dimaksud “jelas serta disengaja” dan juga dapat mencoreng citra permainan.
Kini, Matheus Cunha harus menanti tindakan FA, di berada dalam sorotan berhadapan dengan perannya sebagai penentu kemenangan penting Manchester United.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
