Ibukota – Pembimbing Crystal Palace Oliver Glasner mengutarakan tak terlalu memikirkan keberhasilan grup asuhannya menembus kedudukan empat besar klasemen sementara Kompetisi Inggris.
Dikutip dari laman resmi klub, Senin, Glasner mengemukakan lebih lanjut memilih menaruh perhatian pada permainan yang dihasilkan pasukan asuhannya di dalam setiap pertandingan.
"Itu ilustrasi yang digunakan bagus. Tapi sejujurnya, bagi saya, itu (menempati empat besar) tidaklah terlalu penting. Bagi saya, yang dimaksud penting adalah cara kami bermain, komitmen, kemudian terus-menerus yakin bahwa kami mampu menang," ungkap Glasner.
Pada pertandingan pekan ke-15 Turnamen Inggris, Crystal Palace berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1 di mana bertandang ke markas Klub sepak bola Fulham di Stadion Craven Cottage, London, Mingguan waktu setempat.
Kemenangan Crystal Palace pada laga ini hadir berkat gol dari Eddie Nketiah kemudian Marc Guehi, sedangkan Klub sepak bola Fulham sempat menyamakan kedudukan melalui Harry Wilson.
Tambahan tiga poin ini memproduksi Crystal Palace naik ke peringkat keempat klasemen sementara Kejuaraan Inggris dengan 26 poin dari 15 pertandingan, berada dalam bawah Arsenal, Manchester City juga Aston Villa.
Meski enggan terlalu memikirkan keberhasilan ini, instruktur dengan syarat Austria itu menjelaskan apabila berada di dalam kedudukan papan menghadapi tentu berubah jadi keuntungan untuk Crystal Palace.
"Saya pikir ini sangat tambahan penting. Kita bisa saja kalah di satu pertandingan kemudian turun lima posisi. Tapi ya, berada lebih besar dekat ke puncak klasemen daripada dalam dasar klasemen, menciptakan hidup sedikit lebih lanjut ringan lalu sedikit lebih tinggi santai," jelas Glasner.
"Kami menikmatinya, kami menikmati diri kami sendiri. Inilah yang digunakan kami inginkan serta yang digunakan kami miliki untuk terus meraih kesuksesan hingga akhir musim," pungkasnya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.
