gerakan Hamas setujui proposal gencatan senjata baru untuk Kawasan Gaza

Istanbul – Tim pejuang Palestina, Hamas, pada Hari Sabtu (29/3) waktu malam menyetujui proposal gencatan senjata baru untuk Jalur Daerah Gaza yang diajukan oleh Mesir dan juga Qatar, dengan harapan tanah Israel tiada akan menghalangi rencana tersebut.

"Kami menerima proposal dua hari lalu dari saudara-saudara kami di tempat Mesir kemudian Qatar, yang mana menjadi mediator pada perundingan,” kata kepala kelompok Hamas di tempat Gaza, Khalil al-Hayyadalam pidato yang dimaksud disiarkan televisi pada perayaan Idul Fitri, menandai berakhirnya bulan Ramadan.

“Kami menanggapi proposal ini secara positif juga menerimanya, juga kami berharap pendudukan bukan akan menyabotasenya atau merusak upaya para mediator,” tambah dia.

Al-Hayya tak mengungkapkan rincian proposal tersebut, tetapi media internasional di beberapa hari terakhir melaporkan bahwa Mesir dan juga Qatar sudah pernah mengajukan proposal gencatan senjata pada Gaza.

Tahap kedua dari kesepakatan gencatan senjata kemudian pertukaran tahanan antara organisasi Hamas serta tanah Israel yang disebutkan akan diberlakukan pasca periode tenang.

"Kami sepenuhnya mematuhi komitmen kami kemudian bekerja dengan para mediator untuk melakukan konfirmasi negeri Israel memenuhi kewajibannya. Namun, tanah Israel mengingkari seluruh perjanjian begitu tahap pertama selesai," katanya.

Surat kabar negara Israel Yedioth Ahronoth kemudian melaporkan bahwa Tel Aviv sudah pernah mengajukan proposal alternatif untuk gencatan senjata dan juga pertukaran tahanan di dalam Gaza, yang digunakan memohonkan gerakan Hamas membebaskan 10 tawanan, bukanlah lima seperti yang mana diusulkan di proposal Mesir.

Surat kabar itu mengutip sumber terpercaya yang mana menyatakan tanah Israel "berharap mencapai kesepakatan gencatan senjata sebelum perayaan Paskah Yahudi," yang tersebut jatuh pada 12 hingga 20 April.

Sebelumnya pada Sabtu, kantor Kepala Otoritas tanah Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Tel Aviv sudah menanggapi proposal yang digunakan diterima dari para mediator dengan alternatif yang sepenuhnya dikoordinasikan dengan Washington, tanpa mengungkapkan isi dari kedua proposal tersebut.

Tentara tanah Israel meluncurkan serangan udara mendadak di tempat Kawasan Gaza pada 18 Maret, menewaskan lebih banyak dari 920 orang, melukai lebih tinggi dari 2.000 lainnya, dan juga menghancurkan kesepakatan gencatan senjata juga pertukaran tahanan.

Sejak Oktober 2023, tambahan dari 50.200 warga Palestina telah lama tewas, sebagian besar perempuan juga anak-anak, dan juga lebih besar dari 114.000 lainnya terluka akibat serangan militer negeri Israel yang brutal pada Gaza.

Sumber: Anadolu

Scroll to Top