Ibukota Indonesia – Pemain timnas futsal Nusantara Israr Megantara mengungkapkan bahwa sang pelatih, Hector Souto, dengan tegas memintanya untuk segera melupakan kegagalan penaltinya pada final Pala Asia Futsal 2026 berjuang melawan Iran ke Negara Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu.
"Karena dari sebelumnya coach selalu bilang, lantaran penalti itu cukup kamu yaudah datang, bola tendang dan juga habis itu lupain. Coach bilang mau kamu lupain atau I kill you (saya akan membunuhmu)," kata Israr setelahnya laga final dalam Negara Indonesia Arena, Sabtu.
Israr mencetak hattrick atau tiga gol untuk menghadirkan final itu berakhir dengan skor 5-5 pada waktu normal serta tambahan waktu.
Ketika memasuki fase adu penalti, Israr mendapatkan tugas untuk berubah menjadi algojo keenam Indonesia. Namun, sayangnya ia gagal menuntaskan tugasnya pasca tendangannya tak masuk ke gawang.
Kegagalan Israr kemudian dimanfaatkan oleh penendang berikutnya dari Iran, yang dimaksud kemudian menyegel kemenangan dia untuk ke-14 kalinya pada Piala Asia Futsal dengan skor 5-4 pada putaran adu penalti.
"Terima kasih sudah ada support kita semua dari awal sampai sekarang. Mungkin hasilnya tidaklah sesuai dengan yang mana kita inginkan, tapi kita gak berhenti dalam sini. Kita terus menjaga semua masa yang akan datang," ucap Israr.
Sementara itu, tiga golnya pada laga puncak membuatnya menyembunyikan Piala Asia Futsal 2026 dengan koleksi lima gol, yang belaka kalah satu gol dari tiga pemain lainnya yang tersebut berubah menjadi top skor turnamen, yaitu Muhammad Osamanmusa (Thailand), Kazuya Shimizu (Jepang), dan juga Hossein Tayebi (Iran).
Pemain milik Cosmo JNE FC itu pun mengungkapkan bahwa beliau mempunyai target pribadi untuk bermain ke kompetisi luar negeri, juga ingin mengakibatkan Negara Indonesia bermain ke Piala Global Futsal, dengan edisi terdekat pada tahun 2028.
"Target pribadi, aku yang digunakan pasti mampu abroad, bisa jadi main ke dunia luar kemudian bisa saja menghadirkan Negara Indonesia tampil pada Piala Global Futsal," ucap Israr.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
