Ibukota Indonesia – Pembimbing kelompok nasional futsal Tanah Air Hector Souto mengakui timnya masih mengalami kesulitan mengantisipasi skema power play yang dimaksud diterapkan Kirgistan, walau akhirnya meraih kemenangan 5-3 pada laga Grup A Piala Asia Futsal 2026 dalam Nusantara Arena, Jakarta, Kamis.
Souto memaparkan Indonesia sudah ada menyiapkan antisipasi terhadap strategi penjaga gawang yang dimaksud mengambil bagian naik membantu serangan, namun pelaksanaannya pada lapangan belum berjalan maksimal.
“Kami mempersiapkan situasi itu, tetapi tak berhasil bertahan dengan baik. Jika suatu hari kami bertemu mereka lagi, kami harus meninjau ulang dan juga memperbaikinya,” ujar Souto pada waktu ditemui setelahnya pertandingan usai.
Ia juga memberikan pujian untuk Kirgistan yang dinilainya tampil sangat baik sepanjang laga. Bahkan, menurutnya, sejak sebelum kejuaraan regu yang dimaksud telah ia anggap sebagai salah satu yang dimaksud terkuat ke grup.
“Mereka menunjukkan bahwa dia kelompok yang mana sangat kuat. Mereka sudah ada kalah dua kali, tetapi bermain sangat bagus. Saya merasa kasihan terhadap merek sebab saya setiap saat suka memberi selamat terhadap kelompok yang mana bermain baik,” katanya.
Souto menganggap Kirgistan mampu merepotkan Indonesia, khususnya sewaktu menerapkan strategi power play, sehingga menyebabkan jalannya pertandingan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Kemenangan 5-3 melawan Kirgistan menyebabkan Indonesia dipastikan lolos ke perempat final Piala Asia Futsal 2026. Indonesi ketika ini mempunyai enam poin dari dua pertandingan, kemudian unggul selisih gol menghadapi pasukan peringkat kedua Grup A, Irak, yang dimaksud juga memiliki enam poin.
Indonesia akan bertemu Irak pada Hari Sabtu (31/1). Pertarungan itu akan berubah menjadi penentuan tim mana yang mana menangguhkan fase grup sebagai juara grup.
Selain menyoroti aspek teknis, pembimbing dengan syarat Spanyol itu juga menekankan peran besar dukungan penonton dalam Indonesi Arena. Ia menyampaikan atmosfer dalam tribun berubah menjadi factor penting yang dimaksud membantu para pemain menghadapi tekanan pertandingan internasional.
“Saya sudah ada memaparkan bahwa pemain keenam kami adalah Indonesia Arena, kemudian hari ini Negara Indonesia Arena sangat membantu kami,” ujar Souto.
Ia optimistis dukungan suporter akan kembali memenuhi arena pada laga berikutnya kemudian berharap atmosfer yang disebutkan sanggup menggalakkan Nusantara melangkah lebih tinggi berjauhan pada turnamen.
“Saya yakin pada pertandingan berikutnya stadion akan penuh. Kami ingin menciptakan penonton menikmati pertandingan serta meraih kemenangan,” kata instruktur jika Spanyol itu.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
