Indra Sjafri sebut lima langkah untuk bangun sepak bola nasional

Ibukota Indonesia – Praktisi sepak bola sekaligus mantan instruktur tim nasional Indonesia, Indra Sjafri, mengatakan lima langkah yang tersebut harus direalisasikan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Nusantara (PSSI) untuk memulai pembangunan sepak bola nasional guna bisa saja tampil di dalam Piala Dunia.

Menurut dia, langkah pertama yang dimaksud harus direalisasikan adalah perkembangan infrastruktur yang tak hanya saja berpusat di kota besar, tetapi menjangkau tempat dan juga desa sebagai basis pembinaan pemain usia dini.

"Infrastruktur tidak belaka mendirikan stadion di dalam kota, lapangan sepak bola dalam desa juga harus diperbaiki," kata Indra di kegiatan Dialog Meja Bundar bertema "Piala Planet 2026, pers, dan juga peradaban masyarakat kita, siaran olahraga sebagai ruang edukasi, literasi, kemudian penguatan nilai kepublikan" di dalam Auditorium Bung Karno LPP TVRI, Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan, Tanah Air masih membutuhkan pembenahan mendasar agar miliki kesempatan realistis menembus panggung Piala Bumi minimal pada 2034.

Dia menjelaskan, langkah kedua yaitu pembaruan kurikulum sepak bola nasional, agar selaras dengan perkembangan serta tren permainan di level global.

Sebab, kurikulum yang dimaksud adaptif dinilai penting untuk meyakinkan metode latihan serta pendekatan taktik tak tertinggal dari negara-negara forward dalam planet sepak bola.

Selanjutnya, langkah ketiga yang tersebut harus dilaksanakan menurut pria selama Sumatera Barat itu adalah pentingnya memperbanyak ahli berkualitas dan juga berlisensi A Pro.

Dia menganggap peningkatan kuantitas kemudian kualitas pelatih, satu di antaranya pemegang lisensi profesional, bermetamorfosis menjadi prasyarat penting bagi kemajuan sepak bola nasional.

"Indonesia baru punya 44 pemukim ahli yang dimaksud berlisensi A Pro, kalau dibandingkan dengan Negeri Sakura misalnya, merek telah punya ribuan pembimbing berlisensi tersebut," ujar dia.

Indra menambahkan, langkah keempat, Nusantara perlu memiliki jalur pembinaan pemain yang jelas lalu terstruktur, mulai dari usia dini hingga level profesional.

Sistem berjenjang yang dimaksud diyakini mampu menciptakan kesinambungan pada pengembangan talenta.

Terakhir, tambah dia, penguatan kompetisi usia muda harus menjadi prioritas sebagai fondasi regenerasi jangka panjang. Kompetisi yang mana rutin lalu berkualitas akan memperkaya jam terbang juga mental berjuang pemain muda.

Terkait hal tersebut, ia mengapresiasi PSSI yang sekarang telah memulai langkah kelima itu.

"Kalau lima hal ini diperbaiki, baru cita-cita 2034 bisa jadi dibicarakan," kata pria berumur 63 tahun itu.

Indra juga menganggap siaran Piala Bumi 2026 melalui TVRI mungkin bermetamorfosis menjadi sarana edukasi bagi pelatih, praktisi, juga rakyat luas di mengenali perkembangan sepak bola dunia.

Dia berharap kesempatan yang disebutkan dimanfaatkan untuk mempercepat peningkatan literasi juga kualitas sepak bola nasional.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top