DKI Jakarta – Kapten timnas futsal Nusantara Mochammad Iqbal Iskandar mengungkapkan timnya tak melakukan hal spesial pada waktu mengalahkan Korea Selatan 5-0 pada laga perdana kedua pasukan Grup A Piala Asia Futsal 2026 pada Indonesi Arena, Jakarta, Selasa.
"Ya yang dimaksud pasti kita enggak melakukan sesuatu yang mana spesial. Kita cuma nurut identik ngikutin instruksi dari ahli aja juga alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar gitu. Kemenangan ini untuk kita semua," kata Iqbal ke mixed zone Nusantara Arena, Selasa.
Iqbal mencetak dua gol pada awal sesi pertama juga awal fase kedua. Gol pertamanya menginspirasi gol kedua Tanah Air yang dimaksud dicetak Rio Pangestu, sementara gol keduanya menghasilkan Garuda menjadi pemimpin tiga gol sebelum bermetamorfosis menjadi lima gol oleh Israr Megantara dan juga Reza Gunawan.
"Ya alhamdulillah ya, kalau menurut saya sih itu cuman bonus aja sih. Kalau tanpa kolektif pasukan juga kemungkinan besar saya enggak akan dapat itu," kata dia, tentang penghargaan pemain terbaik berkat dua golnya itu.
Kemenangan ini menghasilkan Tanah Air memuncaki Grup A dengan tiga poin, unggul selisih gol dari Irak yang mengalahkan Kirgiztan 4-2.
Selanjutnya Garuda akan menghadapi Kirgiztan pada Kamis (29/1) kemudian Iqbal berharap timnya kembali mendapatkan tiga poin guna memperbesar kesempatan lolos ke perempat final.
"Kalau menurut saya pribadi sebagai pemain pasti ya, kita enggak pernah puas dan juga saya juga merasa enggak pernah ngerasa cukup gitu ya. Untuk evaluasi-evaluasi itu tidak hak dari saya, kemungkinan besar itu entar evaluasi dari pelatih," ucap Iqbal, yang digunakan juga menyebabkan Nusantara meraih medali emas SEA Games 2025 di Thailand.
Sementara itu, Syauqi Saud berharap dapat mencetak gol pada pertandingan kedua setelahnya pada laga pertama "belum rezeki" mencatatkan namanya dalam papan skor.
"Kalau saya pribadi sudah ada memberikan maksimal, semampu saya, semaksimal saya pada pertandingan ini. Mungkin belum rezekinya saya nyetak gol, cuma kan ini tim bareng, jadi untuk grup lakukannya," kata Syauqi.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.
