Jelang final Kejuaraan Europa, perasaan Ruben Amorim campur aduk

Ibukota – Pelatih Manchester United (MU) Ruben Amorim mengaku perasaannya campur aduk mendekati final Kejuaraan Europa melawan Tottenham Hotspur di tempat Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, pada Kamis (22/5) pukul 02.00 WIB.

Dikutip dari laman resmi klub, Selasa, perasaan itu datang akibat Amorim merasa bangga dapat mengakibatkan MU ke final, namun di tempat sisi lain juga frustasi dengan musim ini oleh sebab itu timnya terseok-seok di tempat papan bawah Kejuaraan Inggris

"Saya merasa ini perasaan campur aduk (bagi saya). Saya sangat gembira tetapi, pada ketika yang tersebut sama, saya tahu tanggung jawab saya sebagai instruktur Manchester United," kata ahli dengan syarat Portugal itu.

Trofi Kejuaraan Europa, kata Amorim, akan menjadi sesuatu yang dimaksud berharga untuk klub sebesar MU pasca jalannya musim ini yang digunakan mengecewakan di dalam liga.

MU sendiri baru mencatatkan kekalahan ke-18 merek di area Kejuaraan Primer Inggris ketika ditumbangkan Chelsea 0-1 di tempat Stamford Bridge, Hari Sabtu WIB. Selain menjadi kekalahan ke-18, hasil itu juga menambah masa berlaku catatan negatif dia oleh sebab itu tak pernah menang di delapan laga terakhir dalam liga.

Dengan satu laga tersisa dalam Old Trafford melawan Aston Villa pada akhir pekan ini, MU cuma bisa saja finis dalam sikap ke-14 dengan maksimal 42 poin, dari sekarang dalam sikap 16 dengan 39 poin. Itu pun apabila dua pasukan di area atasnya, Wolves dan juga West Ham United tak meraih kemenangan pada laga tersisa.

"Saya terus-menerus merasa frustrasi dengan musim ini, jadi saya sangat ingin membantu pasukan mengungguli final. Kami harus memberikan sesuatu untuk klub, terhadap para penggemar, untuk staf, terhadap semua orang," ucap Amorim.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan suasana hati para pemainnya pada sesi latihan mendekati laga final Kejuaraan Europa sangat positif. Adapun, Setan Merah pernah meraih kemenangan Turnamen Europa pada musim 2016/2017. Kala itu, MU yang dimaksud masih dilatih Jose Mourinho, mengalahkan Ajax Amsterdam dengan skor 2-0 pada laga final di area Friends Arena, Swedia.

"Saya rasa Anda bisa saja merasakannya pada Carrington, kami sangat gembira dengan final. Ini adalah sangat penting, sangat besar bagi kami, juga kami ingin memberikannya untuk para penggemar kami," tutup dia.

Scroll to Top