Ibukota – Pembimbing timnas futsal Negeri Matahari Terbit Kensuke Takahashi memiliki target timnya juara Piala Asia Futsal 2026, menjauhi laga pertamanya pada kompetisi ini bertarung dengan Australia dalam Negara Indonesia Arena, hari ini.
Juara empat kali itu tergabung pada Grup C sama-sama Uzbekistan, Tajikistan, kemudian Australia.
“Target kami adalah juara,” kata Kensuke pada jumpa pers prapertandingan, Selasa. “Kami menyebabkan persiapan yang tersebut bagus mendekati pertandingan berhadapan dengan Australia akibat ini laga terpenting fase grup, jadi kami menginginkan hasil yang digunakan baik."
Jepang adalah regu tersukses kedua di kejuaraan ini, namun menelan pil pahit pada edisi 2024, dua tahun setelahnya menjadi juara pada edisi 2022. Dua tahun kemudian itu dia gagal lolos dari fase grup di Thailand.
Kala itu, Negeri Matahari Terbit hanya sekali meraih kemenangan satu dari tiga pertandingan untuk finis peringkat ketiga denggan empat poin. Kegagalan ini menghasilkan Negeri Sakura gagal lolos ke Piala Bumi Futsal pada tahun yang sama, yang dimaksud dilakukan di Uzbekistan.
“Skuad ini dibentuk tepat pasca Piala Asia terakhir (2024). Beberapa pemain punya pengalaman dari kompetisi sebelumnya, tetapi ada juga yang digunakan belum," kata Kensuke, pembimbing yang tersebut pernah menangani timnas futsal Indonesia.
"Kami juga ingin menggunakan laga pertama untuk menghapus kenangan buruk dari kompetisi sebelumnya," kata Kensuke.
Australia juga bernasib sama seperti Negeri Sakura yang mana gagal menyeberangi fase grup Piala Asia Futsal 2024.
Lebih buruk dari Jepang, Australia terus-menerus kalah di tiga pertandingan Grup B menghadapi Uzbekistan, Irak, lalu Arab Saudi, sehingga peringkat keempat Piala Asia Futsal 2012 itu berubah menjadi juru kunci.
“Kami menjalani kualifikasi yang tersebut bagus, tetapi Piala Asia berada di dalam level yang dimaksud berbeda,” kata ahli Australia Miles Downie. “Kami akan menghadapi Jepun lalu bagi kami ini sangat menantang sebab kami datang untuk berjuang melawan tim-tim terbaik."
Downie mengumumkan persaingan di Grup C menghasilkan timnya sangat tertantang setelahnya juga akan bertemu Uzbekistan kemudian Tajikistan, dua semifinalis edisi terakhir.
“Grup ini benar-benar kelas atas. Tapi saya beruntung, kelompok pemain ini rela melakukan apa pun satu mirip lain juga mentalitas merekan sangat kuat," kata dia.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.
