DKI Jakarta – Pebulu tangkis tunggal putra Nusantara Jonatan Christie mengungkapkan bahwa gelar kejuaraan juara Denmark Open 2025 yang tersebut diraihnya merupakan hasil dari kerja keras yang dimaksud dilakukannya selama beberapa bulan terakhir.
Jojo, sapaan akrabnya, menundukkan tunggal peringkat satu dunia Shi Yuqi lewat drama rubber gim, 13-21, 21-15, 21-15 pada fase final Denmark Open 2025 yang mana berlangsung di dalam Jynske Arena, Odesse, Akhir Pekan di malam hari WIB.
"Gelar juara Denmark pastinya tidak hanya sekali sekedar juara tetapi ini adalah hasil dari proses beberapa bulan belakangan ini yang mana enggak sederhana buat saya," kata Jojo diambil dari PBSI, Senin.
"Ada beberapa problem di badan saya, yang pelan-pelan saya harus balikkin kondisinya dulu, balikkin sakit-sakitnya dulu kemudian sampai akhirnya hasilnya bisa saja mengikuti di dalam dua pertandingan belakang ini," imbuhnya.
Pada pertandingan ini, Jojo mengaku bahwa tunggal dengan syarat China ini memang sebenarnya selalu bermain solid terlebih Shi mempunyai jam terbang yang sangat lebih tinggi sehingga sanggup tampil sangat menyulitkannya.
"Lawan Shi Yuqi setiap saat tak simpel sebab ia pemain yang dimaksud sangat matang tetapi saya melakukan semaksimal yang saya bisa saja lantaran pada di sini kondisinya menang angin, kalah angin juga jadi ya strateginya sangat berpengaruh," ungkap Jojo yang berubah jadi unggulan keenam pada kompetisi kali ini.
Jojo menjadi satu-satunya delegasi tim bulu tangkis Nusantara yang digunakan mengantongi penghargaan juara pada pertandingan BWF kelas Super 750 ini.
Di sektor lainnya yakni sektor ganda putra, pebulu tangkis Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus mengakui ketangguhan ganda Negeri Matahari Terbit Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.
