DKI Jakarta – Kepelatihan Benfica, Jose Mourinho mewaspadai Real Madrid yang dimaksud akan tampil lebih lanjut berbahaya menjauhi penghadapan ulang menghadapi mantan klubnya itu di fase playoff Turnamen Champions 2025/26.
Dia menafsirkan kekalahan dramatis yang dialami Los Blancos pada penghadapan sebelumnya justru dapat berubah jadi pelecut semangat raksasa Spanyol itu untuk membalas.
“Kami telah dilakukan melukai raja Kompetisi Champions. Dan raja yang mana terluka itu berbahaya,” ujar Mourinho, yang tersebut pernah melatih Madrid pada periode 2010–2013 seperti dikutipkan dari BBC pada Selasa.
Pada laga fase liga yang mana dilakukan di Lisbon bulan lalu, Benfica menang 4-2 berhadapan dengan Madrid. Gol penentu kemenangan tercipta secara dramatis lewat sundulan kiper jika Ukraina, Anatoliy Trubin, pada menit ke-98.
Kekalahan yang disebutkan menimbulkan juara 15 kali Kejuaraan Champions itu turun dari tempat ketiga ke peringkat kesembilan klasemen juga gagal mengamankan tiket lolos otomatis ke fase berikutnya.
Mourinho menegaskan, walaupun mempunyai keunggulan psikologis, timnya permanen harus tampil dengan fokus juga ambisi lebih tinggi pada waktu menjalani putaran pertama playoff pada Estadio da Luz, Rabu (18/2).
“Kami akan memainkan sisi pertama dengan kepala, ambisi, lalu keyakinan," ujar Mourinho.
Pertemuan sebelumnya memang sebenarnya berlangsung penuh drama. Madrid harus menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain setelahnya Raul Asencio juga Rodrygo menerima kartu merah pada masa tambahan waktu.
Situasi itu dimanfaatkan Benfica untuk menekan habis-habisan. Trubin yang tersebut progresif membantu serangan sukses menanduk bola menyeberangi kiper Madrid, Thibaut Courtois untuk memverifikasi kemenangan tuan rumah.
Meski demikian, Mourinho memperkirakan laga kali ini akan berjalan terpencil lebih banyak sulit. Dia bahkan berseloroh masalah gol dramatis yang digunakan dicetak kiper andalannya pada pertarungan sebelumnya.
“Ini akan sangat sulit, tanpa diragukan lagi. Trubin tiada akan bermain di lini depan di dalam stadion Luz,” ujarnya.
“Saya sudah ada sangat terbiasa dengan pertandingan seperti ini sepanjang karier saya. Tidak ada hasil yang pasti semata-mata oleh sebab itu apa yang dimaksud terjadi di dalam putaran pertama.”
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
