Ibukota – Juventus dikabarkan semakin dekat untuk mengamankan jasa penyerang timnas Kanada, Jonathan David yang tersebut pada waktu ini berstatus bebas pengiriman pasca kontraknya dengan Lille berakhir.
Menurut laporan dari jurnalis sepak bola ternama Fabrizio Romano pada Rabu, Bianconeri sudah pernah menciptakan kemajuan signifikan di negosiasi dengan perwakilan pemain berusia 25 tahun tersebut.
Juventus dikabarkan sudah mencapai kesepakatan verbal dengan David untuk kontrak berdurasi lima tahun. Meski demikian, kesepakatan akhir masih tertunda oleh sebab itu perbedaan pandangan terkait komisi agen.
Menurut Sky Sport Italia, Juventus kembali melanjutkan pembicaraan dengan agen David pada hari ini, lalu optimisme terus meningkat bahwa kesepakatan penuh akan segera tercapai.
David sendiri disebut sangat antusias untuk bergabung dengan klub raksasa Serie A yang disebutkan dan juga telah lama meminta-minta agennya untuk mempermudah proses negosiasi agar pengiriman dapat segera rampung.
Langkah Juventus untuk mendatangkan David merupakan bagian dari strategi merek untuk menguatkan lini depan menyusul ketidakpastian masa depan Dusan Vlahovic, yang mana menolak perpanjangan kontrak dengan upah tambahan rendah lalu enggan menerima tawaran dari klub lain.
Selain David, Juventus juga dikaitkan dengan Victor Osimhen, tetapi fokus utama merekan pada waktu ini tertuju pada penyerang Kanada yang tersebut mencetak 25 gol di 49 pertandingan untuk Lille musim lalu.
Dengan tambahan dana dari kualifikasi ke Piala Bumi Antarklub 2025, Juventus bertekad untuk segera menyelesaikan pengiriman ini.
????⚪️⚫️ Juventus are close to reaching an agreement with Jonathan David after new proposal sent to the striker.
Negotiations underway with details to be clarified as Juventus hope to get the final green light soon.
Deal on. ???????????? pic.twitter.com/22WOPfl8JM
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 1, 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.
