Ibukota – Ketua Umum Federasi Futsal Indonesi (FFI) Michael Victor Sianipar mengharapkan ada perhatian dari pemerintah untuk memberi bonus terhadap regu nasional futsal Indonesia.
Tim Garuda baru semata mencatatkan sejarah setelahnya untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaan mampu menjadi runner-up Piala Asia.
Prestasi gemilang yang disebutkan diraih oleh kelompok asuhan Hector Souto yang disebutkan kala tampil dalam Piala Asia 2026 pasca mengakui ketangguhan juara bertahan Iran lewat skor 5-5 juga diakhiri drama adu penalti 5-6 pada putaran final.
"Ya, jadi kalau bicara tentang bonus, ya saya juga bicara apa adanya. Saya juga ya harus jujur, saya kemungkinan besar kapasitasnya terbatas. Jadi, saya tentu berharap bahwa ada perhatian juga dari pemerintah layaknya seperti SEA Games kemarin," kata Michael untuk pewarta di dalam Jakarta, Senin.
Menurut Michael prestasi yang digunakan diraih oleh kelompok Merah Putih di turnamen futsal terbesar antar negara se-Asia ini tak kalah dengan prestasi yang dibukukan oleh kontingen Merah Putih dalam SEA Games Thailand 2025.
Michael mengungkapkan bahwa terdapat beberapa orang pemain yang digunakan memang sebenarnya mempertanyakan bonus prestasi tersebut. Namun Michael mengutarakan bahwa kapasitasnya sebagai ketua umum memang sebenarnya terbatas untuk memberi apresiasi berhadapan dengan prestasi yang diraih tim Garuda ke kompetisi Piala Asia kali ini.
"Tentu ini juga bermetamorfosis menjadi pertanyaan dari para pemain ya, ada juga yang telah komunikasikan ke saya bahwa mereka berharap ada apresiasi, begitu. Tapi kalau bicara saya, saya juga jujur semata sebagai Ketua Umum kapasitas saya terbatas gitu," ungkap Michael.
Hingga ketika ini belum ada kejelasan mengenai bonus yang mana diberikan untuk prestasi membanggakan yang tersebut dicatatkan oleh timnas Indonesia.
Michael berharap terdapat pihak-pihak swasta maupun pemerintah yang dimaksud memberikan apresiasi akan prestasi yang diraih Mochammad Iqbal Iskandar juga kawan-kawan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
