Lisandro Martinez tantang kritik Scholes-Butt usai redam Haaland

DKI Jakarta – Lisandro Martinez menegaskan sikapnya terhadap kritik Paul Scholes lalu Nicky Butt pasca bek Manchester United itu sukses meredam pencetak skor terbanyak Kejuaraan Inggris Erling Haaland pada kemenangan 2-0 melawan Manchester City dalam Old Trafford.

“Sejujurnya, beliau mampu menyatakan apa pun yang mana ia mau. Saya sudah ada bilang kepadanya, kalau ia ingin mengungkapkan sesuatu untuk saya, ia sanggup datang ke mana pun ia mau. Ke rumah saya, ke mana saja. Saya tiada peduli,” kata Martinez diambil dari Sky Sports, terkait komentar Scholes serta Butt yang dimaksud sebelumnya meragukan kemampuannya menghadapi Haaland.

Sebelum derby Manchester, Butt menyampaikan Haaland akan dengan mudah-mudahan mengungguli Martinez juga menggambarkan sengketa keduanya seperti “seorang ayah berlari mengejar balita kecil sepulang sekolah.” Scholes kemudian menimpali dengan pernyataan bahwa Haaland akan mencetak gol kemudian “melempar Martinez ke pada gawang.”

Namun pada lapangan, Martinez tampil solid serta mampu membatasi pergerakan Haaland, yang digunakan akhirnya ditarik mengundurkan diri dari lebih banyak awal oleh ahli City Pep Guardiola. Penampilan bek timnas Argentina itu berubah menjadi salah satu kunci kemenangan United di laga tersebut.

Scholes merespons komentar Martinez melalui unggahan Instagram dengan nada bercanda. Ia menulis, “Seseorang baru sekadar menjalani pertandingan yang digunakan bagus, saya sangat senang untukmu. Teh, tanpa gula ya @lisandromartinezzz.”

Meski demikian, Manchester United disebut tak senang dengan komentar Scholes serta Butt pada podcast mereka. Klub memandang pernyataan yang dimaksud lebih besar bernuansa mengejek Martinez ketimbang memberikan analisis konstruktif terhadap pertandingan.

Licha menyatakan dirinya permanen menghormati mantan pemain United, tetapi merasa kritik seharusnya disampaikan secara terbuka. Ia menyatakan bahwa sejumlah pendatang simpel berbicara pada televisi, namun berbeda sewaktu bertemu langsung. Menurutnya, ia memilih fokus pada performa pribadi dan juga tim.

Bek berusia 27 tahun itu juga menegaskan komitmennya terhadap klub. Ia mengatakan akan terus memberikan segalanya untuk Manchester United hingga hari terakhirnya, tanpa terlalu memedulikan komentar dari luar.

Kemenangan menghadapi City juga bermetamorfosis menjadi laga pertama Michael Carrick sebagai ahli kepala United. Carrick baru ditunjuk beberapa hari sebelum pertandingan, namun Martinez menganggap mantan gelandang itu secara langsung memberi dampak positif dengan menyebabkan mentalitas baru ke di tim.

Martinez mengumumkan Carrick menyadari betul makna Manchester United dikarenakan pengalaman panjangnya dengan klub dari mulai pemain hingga sebagai staf kepelatihan. Ia memandang pembaharuan yang dimaksud datang pada momen yang tersebut tepat, pada waktu tim berada pada situasi sulit juga membutuhkan arah baru.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top