DKI Jakarta – Manajer kelompok nasional 3×3 Indonesia John Nawawi memverifikasi hasil seleksi nasional (seleknas) timnas 3×3 tak akan mengganggu jadwal pemain Indonesian Basketball League (IBL) yang dimaksud terpilih masuk timnas.
Menurut dia, delapan pebasket putra terpilih dari total 24 pemain yang tersebut dipanggil mengikuti seleknas, khusus dipersiapkan untuk SEA Games Thailand 2025.
Setelah itu merek akan dievaluasi oleh Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) melalui Badan Tim Nasional (BTN).
"Karena sampai SEA Games nanti, IBL sebagai kompetisi belum ada program selain IBL All Indonesia yang digunakan hanya sekali dijalankan sampai akhir Agustus, jadi otomatis timnas 3×3 nanti tambahan ke tugas negara bagi pemain yang mana terpilih," kata John pada waktu dihubungi dari Ibukota Indonesia pada Selasa.
John mengungkapkan IBL juga mengeluarkan jadwal musim 2026 sehingga pemain masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri pada klub, usai mengikuti SEA Games pada Desember 2025.
"Ya jadwal IBL 'kan kemungkinan seperti tahun lalu, yang mana dimulai pertengahan Januari, jadi pemain juga masih bisa saja fokus pada timnas pasca itu ke klub," ujar dia.
John mengungkapkan seleknas diselenggarakan dalam Cibubur, Jawa Barat, mulai Selasa hingga Kamis pekan ini.
Setelah terpilih delapan pemain, BTN akan membagi merek menjadi dua pasukan yang tersebut masing-masing berisi empat orang.
Pada Oktober kemudian November, lanjut dia, kedua kelompok akan dikirim bergantian untuk mengikuti Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) 3×3 Challenger dalam Filipina kemudian Taiwan.
John menambahkan, pemain yang dimaksud menjadi prioritas untuk dipanggil adalah kombinasi pebasket muda juga senior, yang dimaksud berkarier di area Indonesian Basketball League (IBL), di area antaranya Sandy Ibrahim, Surliyadin, Reggie Mononimbar, Oki Wira Sanjaya, dan juga Oka Ananta Yogiswara.
Selain pemain IBL, tiga nama dari regu universitas juga dipanggil, yakni Grady Cahyadi (Universitas Katolik Parahyangan), Halmaherano Lolaru (Binus University), lalu Jonathan Patrick (Universitas Surabaya).
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di tempat situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
