Mesir-Palestina penghargaan pembicaraan dalam Kairo bahas pertempuran Kawasan Gaza

Kairo – Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty bertemu Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh di tempat Kairo untuk mengkaji konflik Daerah Gaza serta perkembangan di dalam Tepi Barat yang diduduki, kata Kementerian Luar Negeri Mesir, Rabu (3/9).

Dalam pembicaraan pada Selasa (2/9), Abdelatty mengecam apa yang digunakan disebutnya sebagai "kebijakan kelaparan" tanah Israel juga "penggunaan kelaparan sebagai senjata" di tempat Gaza.

Dia menegaskan bahwa Mesir menentang relokasi paksa warga Palestina, perluasan operasi militer Israel, kemudian apa yang dimaksud beliau gambarkan sebagai "genosida berkelanjutan terhadap rakyat Palestina".

Menlu Mesir yang dimaksud juga mengecam rencana permukiman tanah Israel pada Tepi Barat, termasuk pada area E1 yang dimaksud sensitif pada sebelah timur Yerusalem.

Kedua belah pihak mendiskusikan koordinasi menjauhi konferensi internasional mengenai solusi dua negara, yang mana akan diselenggarakan pada bulan ini dalam New York bersamaan dengan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sejumlah negara, termasuk Prancis, Kanada, Australia, Belgia, juga Malta, sudah pernah mengumumkan rencana untuk mengakui Negara Palestina. Portugal sedang mempertimbangkan langkah tersebut, sementara Inggris menyatakan akan melakukannya kecuali tanah Israel mengakhiri peperangan di dalam Daerah Gaza lalu berjanji pada perundingan damai.

Otoritas kemampuan fisik pada Daerah Gaza pada Rabu yang tersebut sejenis menyatakan sedikitnya 63.746 warga Palestina tewas serta 161.245 lainnya terluka pada operasi militer tanah Israel di tempat area kantong yang dimaksud selama 22 bulan terakhir. Sebagian besar infrastruktur Wilayah Gaza juga telah terjadi hancur, memperburuk krisis kemanusiaan yang mana sudah ada parah.

Perang yang disebutkan dimulai pada 7 Oktober 2023, ketika kelompok Hamas melancarkan serangan ke negara Israel selatan yang dimaksud menewaskan sekitar 1.200 orang lalu menyandera sekitar 250 lainnya, menurut data dari pihak Israel.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top