Yerusalem/Istanbul – Militer Israel, pada Hari Sabtu (29/3) mengumumkan telah terjadi memperluas serangan darat di dalam Jalur Kawasan Gaza bagian selatan.
Dalam sebuah pernyataan resmi, militer tanah Israel menyebutkan pasukannya sudah pernah memasuki lingkungan Jeneina pada Pusat Kota Rafah untuk memperluas apa yang tersebut merek sebut sebagai “zona keamanan defensif” di dalam Daerah Gaza selatan.
Militer negeri Israel juga mengeklaim sudah pernah menyerang puluhan target dalam wilayah yang dimaksud sepanjang akhir pekan.
Pada 19 Maret, tanah Israel mengumumkan dimulainya operasi darat "terbatas" untuk memperluas zona penyangga antara Daerah Gaza utara serta selatan.
Sebelumnya, pada 18 Maret, militer tanah Israel melancarkan serangan udara mengejutkan ke Jalur Gaza, menewaskan tambahan dari 920 orang, melukai lebih banyak dari 2.000 lainnya, dan juga menghancurkan perjanjian gencatan senjata kemudian pertukaran tahanan yang digunakan telah lama berlaku sejak Januari.
Sejak serangan besar-besaran negeri Israel ke Daerah Gaza dimulai pada Oktober 2023, lebih lanjut dari 50.200 warga Palestina –kebanyakan perempuan serta anak-anak — telah lama tewas, sementara lebih tinggi dari 114.000 lainnya mengalami luka-luka.
Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas tanah Israel Benjamin Netanyahu kemudian mantan kepala pertahanan Yoav Gallant berhadapan dengan tuduhan kejahatan konflik dan juga kejahatan terhadap kemanusiaan di area Gaza.
Israel juga menghadapi gugatan genosida pada Mahkamah Internasional (ICJ) menghadapi penyerbuan ke wilayah Palestina tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Tentara negeri Israel frustrasi berhadapan dengan ketidakjelasan konflik Gaza
